Guncangan gempa bumi ini dirasakan di beberapa daerah terdampak, diantaranya, Ternate dengan intensitas V-VI Skala MMI, Ibu V Skala MMI, Manado IV – V Skala MMI, dan Gorontalo, Bone, Bolango, Gorontalo Utara III Skala MMI.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengatakan gempa bumi ini terekam oleh Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG di Tangkoko dan Mahawu degan intensitas IV-V Skala MMI, Karangetang pada III-IV Skala MMI, serta Dukono dan Ambang dengan intensitas III Skala MMI.
Berdasarkan peta Kawasan rawan bencana gempa bumi, wilayah terdampak termasuk ke dalam Kawasan rawan bencana gempa bumi rendah hingga tinggi.
Beberapa kerusakan pada bangunan diantaranya Gedung KONI yang ambruk di Sario, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, kerusakan pada bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi dan gereja GPM Mayau, di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Kerusakan juga dialami oleh banyak rumah warga, dan masih dilakukan inventarisasi lebih lanjut oleh BPBD setempat.
Gempa bumi ini selain menimbulkan kerusakan pada bangunan, juga telah menimbulkan korban jiwa satu orang meninggal dunia akibat tertimpa runtuhan bangunan dan satu orang terluka saat sedang menyelamatkan diri. Warga sempat diungsikan ke dataran tinggi untuk mengantisipasi terjadinya tsunami.




