Darilaut – Gempa bumi dahsyat di lepas pantai Sarangani, Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) pagi merusak 100 rumah dan gedung di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.160 jiwa mengungsi dan 94 kepala keluarga terdampak.
Sebagian besar pengungsi berada di wilayah Sangihe, sementara di Kecamatan Kepulauan Marore masih terdapat pengungsi di lokasi evakuasi, sedangkan sebagian warga di wilayah lain mulai kembali ke rumah masing-masing.
Dampak kerusakan infrastruktur sementara meningkat menjadi 94 unit rumah rusak, 2 rumah ibadah, 2 sekolah, 1 rumah dinas guru, serta 1 gedung GMIST 76 yang masih dalam proses pendataan.
Di Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat 83 rumah rusak dengan rincian 54 rusak berat, 21 rusak sedang, dan 8 rusak ringan.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Talaud terdapat 11 rumah rusak, 1 rumah sakit, dan 1 gudang pelabuhan perintis.
Hingga saat ini tercatat 60 kali gempa susulan dengan 1 kejadian dirasakan masyarakat. Magnitudo gempa susulan berkisar antara 3,6 hingga 6,7, dengan 12 kejadian bermagnitudo ≥5, menunjukkan aktivitas kegempaan masih aktif dan terus dipantau intensif.
Dampak guncangan juga dirasakan di Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Kota Manado dengan intensitas lemah hingga sedang.




