Darilaut - Korban meninggal dunia akibat gempa Sarangani di Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin 8 Juni, bertambah menjadi 61 orang. Hingga Minggu (14/6) Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Filipina mencatat jumlah rumah yang rusak mencapai 54.000, termasuk 44.100 rumah rusak sebagian dan 9.900 rumah rusak total. Sementara di Sulawesi Utara rumah yang mengalami kerusakan terutama di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud sebanyak 249 unit. Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) OCD mengatakan pada hari Minggu bahwa jumlah korban tewas yang sedang diverifikasi telah meningkat menjadi 61. Jumlah korban luka mencapai 1.403 dan hilang sebanyak 40 orang. Petugas informasi publik OCD, Diego Mariano, mengatakan bahwa korban tewas yang sedang diverifikasi berjumlah tujuh untuk Wilayah 11 (Davao) dan 54 untuk Wilayah 12 (Soccsksargen). Dari total korban luka, satu orang dilaporkan di Wilayah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim, 46 orang dilaporkan di Wilayah 11 dan 1.356 orang di Wilayah 12. Dari total jumlah orang hilang, 22 orang dilaporkan di Wilayah 11 dan 18 orang di Wilayah 12. Sementara itu, jumlah keluarga yang terdampak gempa telah mencapai 173.000 keluarga, atau setara dengan 724.000 orang. Sebanyak 2.000 keluarga atau 10.000 individu berada di dalam 34 pusat evakuasi. Sedangkan untuk kerusakan, Mariano mengatakan total 725 fasilitas infrastruktur dilaporkan rusak. OCD mengatakan perkiraan kerusakan infrastruktur mencapai sekitar PHP1 miliar, sementara jumlah rumah yang rusak mencapai 54.000, termasuk 44.100 rumah yang rusak sebagian dan 9.900 rumah yang rusak total. Sulawesi Utara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa gempa Sarangani berdampak pada 249 kepala keluarga, 1.160 jiwa mengungsi, 249 unit rumah rusak dan 26 bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Tabukan Utara, Kendahe, Tatoareng, Manganitu, Manganitu Selatan dan Tabukan Selatan Tenggara di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kemudian Kecamatan Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud; serta Kecamatan Likupang Barat di Kabupaten Minahasa Utara. Dampak gempa juga dirasakan di Kota Manado. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan status tanggap darurat sejak hingga Sabtu (21/06). BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan, asesmen serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.