Menurut Widiyantoro, hal ini yang sebenarnya menjadi pemberitaan belakangan ini. Jadi sebenarnya riset yang dilakukan sangat multidisiplin. Namun ujungnya adalah suatu skenario jika megathrust itu terjadi.
Tim banyak melakukan skenario lain, puluhan mungkin seratus skenario. Tapi sekali lagi tentu untuk keperluan mitigasi ditampilkan worst case scenario seperti ini.
Ahli Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekaligus Kepala Pusat Studi Gempa Bumi Nasional Danny Hilman, mengatakan, potensi tsunami akibat gempa megathrust sudah pernah disampaikan pada konfrensi tahun 2013 di San Fransisco, Amerika Serikat.
Dalam konferensi ini dijelakan bahwa telah diketahui adanya celah seismik di Mentawai dan di Jawa yang menunjukkan ada potensi megathrust di Selatan Jawa yang juga seperti di Mentawai dengan dengan tsunami yang berpotensi besar.
“Jadi sejak 7 tahun yang lalu sudah pernah disampaikan, sehingga penelitian ini adalah update dari hasil yang lama dengan riset yang kini lebih mendalam. Sekarang sudah ada konfirmasi selain ada di Mentawai, ternyata di selatan Jawa memang ada celah seismik,” kata Hilman.
Kegiatan Keterangan Publik dihadiri Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro. Selain itu, tim Peneliti ITB Endra Gunawan dan Pepen Supendi dari BMKG melalui telekonferensi daring.





Komentar tentang post