Sabtu, Oktober 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Terasa Lebih Dari 20 Detik, Segera Evakuasi

redaksi
4 Oktober 2020
Kategori : Berita
0
Gempa Terasa Lebih Dari 20 Detik, Segera Evakuasi

Bila gempa terasa lebih dari 20 detik, segera evakuasi menjauhi pantai atau ke tempat lebih tinggi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Gempabumi yang terasa lebih dari 20 detik, itu artinya segera melakukan evakuasi dengan menjauhi pantai atau ke tempat lebih tinggi.

“Jika masyarakat merasakan guncangan gempa, apakah itu lemah ataukah itu keras, tapi guncangannya berasa menerus lebih dari 20 detik. Itu adalah saat yang tepat untuk memulai evakuasi,” ujar Plt Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.

Dalam agenda Keterangan Publik (Public Expose) Risiko Tsunami di Pantai Selatan Pulau Jawa melalui telekonferensi, Rabu, (30/9), Muhari mengatakan, gejala alam yang mendahului tsunami terkait dengan karakteristik gempa bersifat unik.

Menurut Muhari, gejala ini tidak sama antara satu dengan lainnya. Sehingga kita tidak bisa memberikan karakteristik secara pasti gempa seperti apa yang pasti akan diikuti tsunami.

“Pengalaman kita yang bagus itu ada di Mentawai pada tahun 2007, ada gempa besar 8.6 (magnitudo) guncangannya sangat kuat tetapi tsunaminya sangat kecil. Tapi tahun berikutnya 2010 gempanya lemah, tapi tiba-tiba 8 menit kemudian tsunami 12-15 meter menghantam,” kata Muhari.

Menurut Muhari, untuk kesiapsiagaan masyarakat, bahwa gempa yang diikuti tsunami biasanya pelepasan energinya agak lama.

Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Sri Widiyantoro mengatakan, hasil riset memberi catatan bahwa ditemukan tsunami deposit di dekat daerah Pangandaran, yang diperkirakan terjadi akibat gempa cukup besar pada tahun 1584-1586.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BNPBgempabumiMenteri Riset dan Teknologitsunami
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Riset Potensi Risiko Tsunami Pantai Selatan Jawa Untuk Mitigasi

Next Post

Anomali Iklim La-Nina Sedang Berkembang

Postingan Terkait

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

17 Oktober 2026
Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

17 Oktober 2026

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

El Niño Menjadi Sorotan Utama pada Hari Pangan Sedunia

Badai Tropis Champi Terbentuk di Timur Tenggara Guam

Next Post
Anomali Iklim La-Nina Sedang Berkembang

Anomali Iklim La-Nina Sedang Berkembang

Komentar tentang post

TERBARU

Typhoon Champi Intensifies Near Guam

Badai Tropis Champi Menguat Menjadi Topan di Dekat Guam

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Dekat Sarangani Dirasakan Intensitas VII di Kota General Santos, Presiden Filipina Siapkan Bantuan

Venezuela Alami Keruntuhan Ekonomi dan Guncangan Iklim, Jutaan Orang Butuh Bantuan Kemanusiaan Mendesak

Sebagian Benar, Klaim Anies Baswedan 45 Juta Orang Indonesia Belum Bekerja dengan Layak

Menteri Susi Apresiasi Penanaman Mangrove di Pulau Pari

Pemberitaan Menyimpang dari Kode Etik Jurnalistik Berpotensi Meruntuhkan Sendi Demokrasi

Robot Ubur-Ubur Penjelajah Ekosistem Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.