Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Selasa (10/2) malam, Institut Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (INGD) dan Pusat Operasi Darurat Nasional (CENOE) mendesak warga di distrik-distrik yang berisiko untuk memperkuat rumah mereka, menyiapkan perlengkapan bertahan hidup, dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang setempat.

Komite penanggulangan bencana setempat telah diinstruksikan untuk membantu relokasi jika diperlukan, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, dan penyandang disabilitas.
Pusat-pusat akomodasi sedang disiapkan untuk memastikan akses ke air, sanitasi, dan layanan dasar.
Direktorat Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air telah memperingatkan bahwa hingga satu juta orang dapat terdampak jika Gezani semakin menguat.
Mozambik termasuk di antara negara-negara yang paling rawan siklon di dunia, dengan badai seperti Idai (2019), Kenneth (2019), dan Freddy (2023) yang menyebabkan kerusakan luas dalam beberapa tahun terakhir.
Suhu laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat daya dan infrastruktur pesisir yang rapuh membuat negara ini sangat rentan terhadap peristiwa cuaca ekstrem.
Sejak awal musim hujan pada bulan Oktober, Mozambik telah mencatat 202 kematian, 291 cedera, dan lebih dari 850.000 orang terdampak banjir dan badai, menurut INGD.




