Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) mengkhawatirkan dampak terberat angin kencang dan hujan lebat di Madagaskar dan Mozambik.
OCHA melaporkan Madagaskar dan Mozambik menghadapi risiko tertinggi, dengan daerah pesisir dan dataran rendah diperkirakan akan menanggung dampak terberat dari angin kencang, gelombang badai, dan curah hujan lebat.
Siklon Tropis Gezani yang mendarat di pantai timur Madagaskar meninggalkan kehancuran dan kerusakan parah, serta menewaskan 31 orang.
Gezani mendarat tepat di pesisir Toamasina pada Selasa (10/2) malam. Sebelum mendarat sistem ini telah menguat menjadi siklon tropis yang intens (intense tropical cyclone) di Samudra Hindia.
Daerah pesisir dan dataran rendah berada pada risiko tertinggi, dengan dampak sekunder diperkirakan dapat terjadi di sebagian wilayah Mozambik tengah dan selatan pada tanggal 13 Februari.
Melansir Apanews.net, pihak berwenang Mozambik telah mengaktifkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan peringatan dini saat Badai Tropis Gezani bergerak melalui Mozambique Channel.
Peringatan tersebut mencakup beberapa provinsi di wilayah tengah dan selatan, termasuk Sofala, Inhambane, dan Gaza di mana hujan lebat, angin kencang, dan banjir diperkirakan akan terjadi.




