Darilaut – Sistem Pengamatan Laut Global (Global Ocean Observing System – GOOS) dan komunitas pelayaran telah memperluas pengamatan metocean meteorologi dan oseanografi).
Hal ini untuk memastikan peringatan dan prakiraan metocean yang tepat waktu dan akurat, memerlukan keterkaitan yang kuat antara observasi kelautan hingga pemrosesan data, model prakiraan, dan layanan.
Sebanyak 1.600 kapal menyediakan hampir 10.000 observasi per hari, membagikannya secara real-time melalui Sistem Telekomunikasi Global World Meteorological Organization (WMO – Organisasi Meteorologi Dunia).
WMO dan Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO bekerja sama melalui GOOS untuk menghubungkan mata rantai ini.
Meskipun kemampuan prakiraan cuaca meningkat baru-baru ini, kapal masih mengalami kerusakan akibat cuaca, muatan, dan nyawa yang terus melayang di laut.
GOOS saat ini terlibat dengan komunitas pelayaran untuk memperluas pengamatan metocean dari semua kapal di laut, untuk kepentingan layanan bagi pelaut.
Nilai observasi metocean tidak dapat dilebih-lebihkan, khususnya di wilayah yang kurang sampelnya seperti di garis lintang yang lebih tinggi.
Pengamatan yang lebih berkualitas dan dilakukan lebih sering akan meningkatkan prakiraan untuk semua kapal di laut.
Kerugian akibat cuaca di laut harus dikurangi. Untuk melakukan hal ini diperlukan “semua pihak yang terlibat” mulai dari awak kapal hingga peramal cuaca, untuk mengumpulkan data yang lebih baik, meningkatkan prakiraan cuaca, dan meningkatkan keselamatan maritim.
Ketua GOOS untuk Kelompok Koordinasi Pengamatan, David Legler, mengatakan, GOOS berada dalam posisi terbaik untuk mengantarkan era baru informasi kelautan: teknologi pengamatan baru, dan keterlibatan sektor swasta menghadirkan peluang baru bagi GOOS untuk mengatasi hal ini dan kebutuhan mendesak lainnya dalam pengamatan laut.
Report Card (Kartu Laporan) dibuat oleh OceanOPS – pusat pemantauan dan dukungan operasional untuk GOOS.
GOOS adalah program yang dipimpin oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC) UNESCO, WMO, Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Dewan Sains Internasional (ISC).
GOOS dapat menjadi solusi untuk melacak gelombang panas laut. Gelombang panas laut dapat menyebabkan pergeseran lokasi ikan dan tingginya angka kematian spesies yang rentan.
GOOS baru saja menerbitkan Report Card tahunan mengenai status jaringan observasi dan bagaimana jaringan tersebut memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak.
Termasuk melacak gelombang panas laut, meningkatkan keselamatan kehidupan di laut, dan melindungi ekosistem lamun.
Terdapat kemajuan dalam pemantauan dan pemahaman laut secara sistematis, namun ada kejadian-kejadian yang berdampak besar seperti siklon tropis, gelombang panas laut, dan cuaca laut yang ekstrem. Ini berarti adanya kebutuhan akan layanan laut semakin meluas.
Dalam siaran pers WMO (27/10), Report Card Sistem Pengamatan Laut menguraikan dalam satu bab khusus mengenai gelombang panas laut. Seringkali meluas jauh di bawah permukaan laut, gelombang panas laut mempunyai dampak buruk terhadap ekosistem laut, termasuk pergeseran lokasi ikan, dan tingginya angka kematian spesies yang rentan.
Hal ini juga mempengaruhi kejadian ekstrem lainnya di darat, seperti kekeringan dan gelombang panas, serta peningkatan siklon tropis.
