Tingkat aktivitas Gunung Awu adalah Level I (normal) sejak 31 Oktober 2016, kemudian pada 12 Desember 2021 pukul 12.00 WITA dinaikkan menjadi Level II terkait peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik.
Setelah peningkatan aktivitas dari Level I ke Level II secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut.
Saat cuaca cerah umumnya tidak teramati adanya hembusan gas dari arah kawah. Namun pada 11 Mei 2022 pukul 15:00 Wita teramati asap kawah berwarna putih sedang setinggi 30 m di atas puncak.
Jenis gempa yang terekam pada periode 1 Januari hingga 10 Mei 2022 terdiri dari: Vulkanik Dangkal, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, dan Tektonik Jauh.
Selama tingkat aktivitas Level II rata-rata kejadian jumlah Gempa Vulkanik Dangkal adalah 8 kejadian/hari dan Gempa Vulkanik Dalam 5 kejadian/hari.
Pada 9 Mei 2022 terjadi kenaikan jumlah gempa vulkanik yang signifikan, yaitu 88 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 147 kali Gempa Vulkanik Dalam.
Pada 10 Mei 2022 kenaikan jumlah gempa vulkanik semakin signifikan, yaitu 90 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 203 kali Gempa Vulkanik Dalam.
Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menyisakan kubah lava di dalam kawahnya yang memiliki diameter sekitar 370 meter dan tinggi sekitar 30 meter.





Komentar tentang post