Pola pikir kepulauan memandang dunia sebagai jaringan hubungan yang saling terhubung, menghargai keberagaman, dan mengutamakan kerja sama disbanding dengan dominasi.
“Berpikir kontinental cenderung ingin memahami dunia secara total dan mendominasi,” Prof. Toshiya seperti dikutip dari Brin.go.id.
“Namun pola pikir kepulauan adalah tentang berbagi bersama. Kita membuka ruang bagi keberagaman dan melihat hubungan antarpulau/wilayah meskipun memiliki perbedaan yang tajam.”
Prof. Toshiya juga memperkenalkan konsep Solidaritude, gabungan antara kesendirian (solitude ) dan solidaritas (solidarity).
Ia menjelaskan bahwa meskipun pulau-pulau tampak terpisah, sesungguhnya semuanya terhubung oleh laut, ekosistem, budaya, dan arus pengetahuan. Laut bukanlah batas pemisah, melainkan jembatan yang menghubungkan kehidupan.
Menurutnya, pendekatan tersebut relevan dalam menghadapi perubahan iklim dan berbagai tantangan global karena menempatkan hubungan antarmanusia dan alam sebagai fondasi utama pembangunan.
Pengetahuan Lokal
Peneliti Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas (PRBSK) BRIN, Derri Ris Riana, sekaligus moderator dalam diskusi menegaskan bahwa berbagai gagasan yang muncul dalam lokakarya tersebut memperlihatkan pentingnya menjadikan pengetahuan lokal sebagai bagian dari solusi menghadapi krisis global.




