Darilaut – Asteroid yang berukuran seperti pesawat sedang mendekati Bumi, hari ini, Sabtu (25/3). Para astronom mengingatkan untuk tidak khawatir dengan pendekatan ini.
Laboratorium Propulsi Jet (Jet Propulsion Laboratory, JPL) mencatat pada Sabtu 25 Maret, JPL telah melacak asteroid dengan nama 2023 DZ2. Asteroid ini seukuran dengan pesawat atau 160 feet (kaki).
Menurut JPL asteroid ini paling dekat dengan Bumi pada jarak 109.000 mil.
Sebagai pembanding, jarak rata-rata antara Bumi dan Bulan sekitar 239.000 mil (385.000 kilometer).
Mengutip Kantor Berita Associated Press (AP) sebuah asteroid cukup besar yang dapat melenyapkan sebuah kota akan meluncur dengan aman di antara Bumi dan orbit bulan akhir pekan ini.
Pertemuan dekat hari Sabtu akan menawarkan para astronom kesempatan untuk mempelajari batuan luar angkasa dari jarak lebih dari 100.000 mil (168.000 kilometer).
Jarak ini setengah dari Bulan, membuatnya dapat terlihat melalui teropong dan teleskop kecil.
Asteroid melintas adalah hal biasa, namun NASA mengatakan jarang ada yang begitu besar untuk datang begitu dekat – dalam satu dekade terakhir. Para ilmuwan memperkirakan ukurannya antara 130 feet dan 300 feet (40 meter dan 90 meter).
Ditemukan sebulan lalu, asteroid ini dikenal sebagai 2023 DZ2 akan melintas dalam jarak 320.000 mil (515.000 kilometer) dari Bulan pada hari Sabtu. Beberapa jam kemudian, berada di Samudera Hindia dengan kecepatan sekitar 17.500 mph (28.000 kph).
Kepala pertahanan planet Badan Antariksa Eropa Richard Moissl, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AP mengatakan, tidak ada kemungkinan asteroid ini menyerang Bumi, tetapi jaraknya yang dekat memberi peluang besar untuk pengamatan.
Para astronom yang tergabung dalam Jaringan Peringatan Asteroid Internasional melihatnya sebagai praktik yang baik untuk pertahanan planet jika dan ketika asteroid berbahaya menuju ke arah kita, kata NASA.
Sumber: Apnews.com (AP) dan Jpl.nasa.gov
