Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

redaksi
14 Agustus 2026
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Rambut jagung dikombinasikan dengan daun papaya dapat menangkal nyamuk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Penyakit malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang belum tuntas, termasuk di Indonesia dan Gorontalo.

Peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan cara menangkal nyamuk malaria dengan menggunakan bahan alami yang tersedia secara lokal: rambut jagung dan daun pepaya.

Peneliti UNG tersebut masing-masing La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu. Periset menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray.

Bahan utamanya bukan sesuatu yang jauh atau mahal: melainkan rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.) — dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini kerap dianggap sebagai limbah.

Kebanyakan masyarakat mengandalkan produk komersial sebagai langkah pencegahan malaria.

Hanya saja, mayoritas produk yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia sintetis bernama DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Lebih jauh, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.

Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Daun PepayaLa Ode AmanMalariaNyamukRambut JagungUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan65Tweet41KirimKirim
Previous Post

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

Next Post

Gempa Kolombia, 132 Orang Tewas dan 238 Hilang

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Gempa Kolombia Meratakan Rumah dan Bangunan, Memicu Tanah Longsor, 126 Orang Tewas

Gempa Kolombia, 132 Orang Tewas dan 238 Hilang

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Organisasi Meteorologi Memperbarui Pedoman Penyelamatan Data

Virus Corona Sudah 10 Kali Bermutasi

Banjir Melanda Seruyan, Kotawaringin Timur dan Donggala

Cara Aman Kembali Bekerja di Masa Pandemi Virus Corona

Sampah Plastik di Manado

PBB Memberikan Penghargaan Kolaborasi Penanganan Kejahatan Lingkungan dan Penegakan Hukum di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.