Darilaut – Djibouti saat ini terus memperkuat dan memajukan sistem peringatan dini yang berpusat pada masyarakat, serta menetapkan prioritas untuk fase implementasi selanjutnya dengan mitra nasional.
Hampir dua tahun setelah diluncurkan pada tahun 2024, inisiatif Sistem Peringatan Dini dan Risiko Iklim (CREWS) Djibouti senilai US$ 3,6 juta selama empat tahun telah memberikan hasil nyata.
Program ini dilaksanakan bersama oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR). Proyek tersebut memperkuat kemampuan Djibouti untuk mengantisipasi dan menanggapi banjir bandang, tanah longsor, dan bahaya hidrometeorologi lainnya.
Dengan meningkatkan kapasitas otoritas nasional untuk mengembangkan, menyampaikan, dan menyebarluaskan Sistem Peringatan Dini Multi-Bahaya (MHEWS), inisiatif ini mengubah informasi iklim dan cuaca menjadi aksi awal yang melindungi kehidupan, mata pencaharian, dan ketahanan jangka panjang.
Kemajuan sudah terlihat di keenam komponen proyek, yang mencakup penguatan kelembagaan, modernisasi teknologi, pengembangan kapasitas, dan kesiapan masyarakat.
Di tingkat nasional, lembaga-lembaga telah memperkuat kapasitas pengamatan dan peramalan mereka, serta kemampuan mereka untuk mengkomunikasikan informasi cuaca dan iklim kepada publik, melalui penerapan situs web ClimWeb sumber terbuka baru yang memenangkan penghargaan yang didirikan oleh Kantor Regional WMO untuk Afrika.




