Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Chironex fleckeri adalah salah satu dari 51 spesies ubur-ubur kotak yang dikenal, yang racunnya termasuk paling mematikan di dunia. KELVIN AITKEN/VWPICS VIA AP IMAGES/SCIENCE.ORG

Darilaut – Akhir Februari 2022, seorang remaja tersengat ubur-ubur kotak (box jellyfish) di Pantai Eimeo, utara Mackay, Queensland, Australia.

Pantai Eimeo yang indah, biasanya merupakan tempat beraktivitas dan kegembiraan. Tetapi ada pemandangan yang menyedihkan ketika anak berusia 14 tahun itu terhuyung-huyung dari air.

Terdapat tentakel yang melilit di kaki dan lengan remaja itu.

Abc.net.au (27/2/2022) melaporkan tim penyelamat dan paramedis merawat bocah itu di tempat kejadian. Tetapi remaja ini meninggal di Rumah Sakit Mackay Base beberapa saat kemudian.

Peneliti marine stingers (sengatan laut) selama 30 tahun, Dr Lisa-Anne Gershwin mengatakan, pantai Eimeo terkenal dengan ubur-ubur kotak.

Racun dari ubur-ubur kotak dengan cepat akan berakibat fatal. Orang yang terkena sengatan dapat meninggal dunia hanya dalam beberapa menit.

Begitu duri menyebarkan racun, itu sangat menyakitkan, dan saat itulah orang menghadapi ancaman terbesar.

“Anda secara naluriah menjauh darinya dan itu menakuti hewan tersebut, jadi mereka menggulung tentakel mereka,” kata Dr Gershwin seperti dikutip dari Abc.net.au.

“Ketika Anda mulai meronta, ubur-ubur itu tersangkut di kaki Anda dan mulai panik, secara tidak sengaja membungkus kaki Anda.”

Menurut Dr Gershwin jutaan duri membawa muatan kecil racun yang sangat mematikan, yang masuk ke kulit dan dengan cepat bergerak ke jantung.

“Ini benar-benar mengunci jantung dalam keadaan berkontraksi,” kata Dr Gershwin.

Menurut Oceanconservancy.org ubur-ubur kotak Australia dianggap sebagai salah satu hewan paling berbisa di laut—sengatannya dapat menyebabkan serangan jantung, kelumpuhan, atau kematian pada manusia hanya dalam beberapa menit.

Ubur-ubur kotak adalah hewan cnidaria— invertebrata sederhana (binatang tanpa tulang belakang) yang hidup di air dan memiliki rongga pencernaan hanya dengan satu lubang.

Ubur-ubur, anemon laut, karang, dan hydra semuanya adalah cnidaria.

Ada sekitar 50 spesies ubur-ubur kotak yang berbeda, kadang-kadang juga disebut tawon laut. Mereka memiliki tubuh berbentuk kubus yang membantu mengidentifikasi mereka dengan mudah dan membedakannya dari ubur-ubur “asli”.

Ubur-ubur kotak bisa memiliki 24 mata dan 15 tentakel yang panjangnya bisa mencapai 10 kaki.

Di alam liar, ubur-ubur kotak bisa hidup hingga satu tahun.

Ubur-ubur kotak Australia (Chironex fleckeri) adalah spesies ubur-ubur kotak terbesar. Tentakel hingga 10 kaki panjangnya. Mereka tinggal di lepas pantai Australia utara dan di Indo-Pasifik.

Racun Mematikan

Tentakel ubur-ubur kotak Australia ditutupi anak panah kecil yang berisi racun (nematocysts). Anak panah ini dapat ditembakkan ke mangsa dengan kecepatan lebih dari 37 mph.

Nematocysts ubur-ubur ini mengandung racun kuat yang menyebabkan lonjakan tekanan darah, menyita jantung dan dapat menyebabkan rasa sakit yang serius atau kematian.

Satu sengatan dapat menyebabkan nekrosis kulit, dan jumlah racun yang cukup besar akan menyebabkan serangan jantung dan kematian dalam beberapa menit.

Hewan laut dan darat dapat disengat ubur-ubur kotak. Tapi tahukah Anda bahwa penyu bertahan hidup disengat karena kulitnya yang tebal tidak bisa ditembus?

Faktanya, beberapa penyu suka makan ubur-ubur—termasuk ubur-ubur kotak. Sayangnya, mereka juga sering salah mengira polusi kantong plastik sebagai ubur-ubur.

Pemanasan Laut

Pemanasan air laut—akibat perubahan iklim—membuat lautan lebih layak huni bagi ubur-ubur, seperti ubur-ubur kotak Australia.

Hasilnya adalah jumlah waktu manusia dapat terpapar ubur-ubur ini semakin meningkat. Dan rentang habitatnya makin luas.

Sebelumnya berlangsung dari November hingga Mei, musim ubur-ubur kotak Australia telah diperpanjang karena kenaikan suhu laut.

Sumber: Abc.net.au dan Oceanconservancy.org

Exit mobile version