Saat ini pendidikan pelayaran semakin berkembang. Pemenuhan terhadap standar pendidikan nasional maupun standar pendidikan pelayaran internasional senantiasa menjadi fokus dari lembaga-lembaga pendidikan.
Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO) pada 18 Januari 1961 dan menjadi Anggota Dewan IMO kategori C, serta dengan meratifikasi 26 konvensi IMO, termasuk konvensi dalam bidang kepelautan, Indonesia menjadi terikat untuk selalu menyesuaikan dengan perkembangan dunia internasional di bidang pelayaran.
Revitalisasi pendidikan pelaut di Indonesia sudah dilakukan selama 1 abad lebih, diharapkan menjadi momentum bagi Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kualitas SDM kepelautan, yang kompetensinya diakui dunia internasional.
Perguruan tinggi pelayaran yang ada di Indonesia, pada awal kuartal tahun 2021, sebanyak 1,2 juta lebih pelaut telah berlayar di dalam dan luar negeri.
Dari jumlah tersebut, sekitar 28,5 % atau sekitar 350 ribu lebih, telah bekerja pada perusahaan pelayaran asing yang mengisi berbagai posisi mulai dari rating sampai dengan Chief Engineer dan Captain.
Dalam Perayaan 1 (Satu) Abad Revitalisasi Pendidikan Kepelautan di Indonesia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki 17 ribu lebih pulau, Indonesia termasuk dalam negara penghasil pelaut terbesar di dunia.





Komentar tentang post