Darilaut – Hiu Megamouth termasuk salah satu spesies yang jarang terlihat di seluruh lautan di dunia. Itu sebabnya, selalu dilakukan konfirmasi atas kemunculan spesies ikan hiu mulut besar ini dalam keadaan hidup atau mati di sejumlah negara.
Di Indonesia tercatat beberapa laporan kemunculan hiu mulut besar (Megachasma pelagios) seperti di perairan Sulawesi Utara, Aceh dan Nusa Tenggara Timur.
Catatan pertama kemunculan ikan hiu mulut besar di Indonesia berada di perairan Sulawesi Utara. Mengutip Museum Sejarah Alam Florida di laman Floridamuseum.ufl.edu, tercatat hiu megamouth terlihat di perairan Pulau Nain pada 30 Agustus 1998 pukul 10.00 pagi. Kemudian tanggal 13 Maret 2004 di Pulau Weh.
Pulau Nain, TN Bunaken
Hiu megamouth yang tidak diketahui jenis kelamin ini memiliki panjang kira-kira 5 m. Informasi kemunculan hiu megamouth di Taman Nasional (TN) Bunaken disampaikan Pietro Pecchioni dari Kuda Laut Project dan Carla Benoldi dari Department of Zoology, University of Milano, Milano, Italy.
Ketika itu, tim peneliti sedang mempelajari populasi paus bersama sukarelawan WWF di lepas pantai pulau Nain di TN Bunaken.
Peneliti menemukan paus sperma (Physeter macrocephalus) yang sedang “menyerang” seekor hiu. Saat perahu mendekat, paus sperma dengan panjang 10-12 m, berenang menjauh.
Pada titik ini tim peneliti melihat profil hiu besar dengan panjang kira-kira 5 meter. Pangkal sirip punggung dan insang menunjukkan tanda-tanda serangan paus.
Hiu ini berenang perlahan dan masih terlihat agak bingung di permukaan. Pietro Pecchioni dan Carla Benoldi seperti dikutip dari Floridamuseum.ufl.edu, mengatakan ”Kami telah menemukan spesimen hiu Megamouth (Megachasma pelagios) yang sangat langka!.”
Terdapat catatan bahwa penampakan hiu megamouth di TN Bunaken adalah rekor yang ke 13. Nomor 12 ditangkap pada 23 April 1998 di perairan selatan Jepang. Lokasi ini sangat dekat dengan hiu megamouth nomor 10 yang ditemukan sebelumnya.
Megachasma pelagios nomor 11 dilaporkan di Cagayan de Oro, Filipina, pada 21 Februari 1998.
Kemunculan hiu Megamouth di perairan Nain, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi pada Agustus 1998 termasuk jarang terjadi. Selama ini yang dilaporkan karena terdampar atau masuk jaring ikan.
Belum ada penjelasan lebih jauh apakah paus sperma tersebut benar-benar menyerang hiu Megamouth atau karena rasa ingin tahu.
Hiu megamouth adalah hewan laut dalam pemakan plankton. Sangat jarang untuk bertemu dan mengamati spesies ini di dekat permukaan.
Pantai Gapang Pulau Weh
Ikan hiu mulut besar ini biasanya muncul di malam hari, mengikuti mangsa krustasea kecil. Paus sperma biasanya dianggap sebagai pemakan cumi-cumi.
Laporan kemunculan Hiu megamouth selanjutnya, pada 13 Maret 2004 di Pantai Gapang, ujung utara Sumatera.
Berdasarkan informasi dari Lumba-Lumba Dive Center, hiu megamouth ini dengan panjang 1,7 meter berjenis kelamin jantan. Hiu megamouth yang terdampar di Sumatra ini dengan nomor 23.
Pulau Komodo
Di penghujung Juli 2017, mengutip dari Scubadiver.co.id, sepasang diver berkebangsaan Inggris, Penny Beilich dan Heikki Innanen, melakukan penyelaman di kawasan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Semua berjalan normal-normal saja sampai tiba-tiba seekor makhluk besar misterius melintas di depan mereka.
Innanen memberi aba-aba dan Beilich langsung mengeluarkan kamera dan berusaha merekam. Tanpa disangka-sangka, ternyata Beilich dan Innanen baru saja merekam penampakan spesies yang sangat langka: Ikan Hiu Mulut Besar.
Flores Timur
Selanjutnya, hiu megamouth yang dilaporkan awal September ini oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP yang ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pantai Desa Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu 29 Agustus 2021.
Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso, mengatakan hasil pengukuran morfometri menunjukkan hiu tersebut berjenis kelamin betina, dengan panjang total mencapai 5,4 meter, lebar 85 cm dan diameter 154 cm.
Tim juga mengambil enam sampel daging yang terdiri dari sirip dada, mulut, sirip ekor, jantung, hati, dan lambung untuk kepentingan uji laboratorium.
Berikut ini klasifikasi Hiu Megamouth:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Chondrichthyes
Order: Lamniformes
Family: Megachasmidae
Species: M. pelagios
Hingga 2016, Museum Sejarah Alam Florida secara rutin mencatat penampakan hiu megamouth dalam keadaan hidup maupun mati. Sedikitnya 200 kemunculan hiu megamouth yang dikonfirmasi di seluruh dunia.
Megamouth shark mungkin lebih sering ditemukan oleh nelayan, namun tidak didokumentasikan. Kemungkinan ikan hiu mulut besar ini dilepas kembali ke laut karena ukurannya yang sangat besar.
Selain megamouth, spesies hiu yang berukuran besar lainnya adalah basking shark atau hiu berjemur (Cetorhinus maximus) dan whale shark atau hiu paus (Rhincodon typus). verrianto madjowa
