Intensitas gelombang ini diperkirakan akan meningkat pada awal pekan depan. Sedikit pelemahan aktivitas konveksi terjadi di dekat dinding mata badai (eyewall) bagian timur Lowell pada 5 September.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh geseran angin (shear) di lapisan menengah atmosfer dan masuknya udara kering.
Terlepas dari hal tersebut, menurut CPHC, Lowell tetap sebagai badai kategori 4 yang kuat dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan diperkirakan mencapai 150 mil per jam (130 knot).
Prediksi mengenai jalur pergerakan Lowell di dekat Kepulauan Hawaii kini semakin mengerucut, di mana sebagian besar model memperkirakan pusat badai akan melintas pada jarak 100–200 mil laut di sebelah barat Kauai County dalam waktu sekitar 72 jam ke depan, kata CPHC.
Namun, catatan penting untuk prakiraan ini adalah konsensus terkoreksi HCCA dan rerata ensemble Google DeepMind (GDMI)—yang keduanya menunjukkan kinerja baik dalam memantau badai ini—berada di sisi timur dari rentang acuan model (guidance envelope).
Setelah melewati gugusan utama Kepulauan Hawaii hari ketiga, Lowell diperkirakan akan berbelok ke arah barat-barat laut dan melambat seiring terbentuknya kembali pola tekanan tinggi (ridging) yang lemah di sebelah utara siklon tersebut.
Hurikan Lowell, Karina dan Marie salah satu kejadian langka saat peristiwa fenomena El Niño menguat di Pasifik timur. Siklon tropis ini dalam waktu yang hampir bersamaan mencapai kekuatan Kategori 4 dan 5 di wilayah tersebut, dan satu lagi berstatus badai tropis.




