Menurut Zulham, data biodiversitas bukan hanya sekadar informasi ilmiah, tetapi juga instrumen strategis untuk merancang kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan ekologi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi dua dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG dalam forum internasional ini sebagai komitmen universitas untuk berkontribusi dalam diskursus global mengenai solusi berbasis alam.
Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Gorontalo mampu berbagi gagasan yang relevan dengan tantangan lingkungan dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi dalam pengelolaan biodiversitas dan pembangunan berkelanjutan.
Konferensi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat implementasi nature-based solutions di tingkat lokal maupun internasional.
Jurusan Agribisnis UNG, melalui kontribusi para dosennya, telah menegaskan peran strategisnya dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.




