Ilmuwan Bingung, Paus Pembunuh Menyerang Kapal-Kapal di Perairan Spanyol

Paus pembunuh. FOTO: PA VIA LADBIBLE.COM

Darilaut – Insiden paus pembunuh (killer whale) menabrak kapal-kapal di perairan Spanyol dan Portugal belum lama ini, membuat para ilmuwan kebingungan dan agak mengkhawatirkan.

Selama ini, tidak pernah ada laporan di lautan bebas paus pembunuh atau orca menyerang kapal atau manusia.

Seperti dilansir Ladbible.com, media berbasis di Inggris, dalam beberapa bulan terakhir, para pelaut membuat panggilan darurat terkait paus pembunuh, di sepanjang pantai selatan hingga utara Spanyol.

Dalam beberapa kasus, kapal kehilangan kemudi dan beberapa mengalami kerusakan parah. Seorang pelaut mengalami memar karena insiden tersebut.

Insiden terakhir tercatat pada Jumat sore di lepas pantai A Coruña di Spanyol utara.

Direktur perusahaan kapal pesiar bernama Halcyon Yachts, Pete Green, mengatakan kepada The Guardian bahwa paus pembunuh menabrak bagian belakang kapal 15 kali.

Kapal pesiar tersebut akhirnya kehilangan kekuatan untuk mengarahkan kemudi dan harus ditarik ke pelabuhan untuk melihat kerusakan yang terjadi.

Peristiwa ini juga terjadi didekat Vigo, sedikit agak jauh di selatan. Kemunculan paus orca, menimbulkan insiden 2 tabrakan dengan kapal.

Pada akhir Agustus, sebuah kapal Perancis mengirim radio ke penjaga pantai. Kapal ini menginformasikan lewat radio telah ‘diserang’.

Kapal Spanyol lainnya bernama Mirfak juga mengalami insiden yang sama, kehilangan kemudi karena serangan aneh.

Paus pembunuh adalah mamalia sosial – yang terbesar dari keluarga lumba-lumba – dan mungkin penasaran dengan kapal-kapal. Namun, paus pembunuh tidak mungkin menyerang kapal dengan kekuatan seperti ini.

Kelompok paus pembunuh dapat bekerja sama, sering kali dengan taktik tim yang bertujuan memangsa makanan, tetapi kejadian tabrakan tampaknya di luar karakter.

Otoritas maritim Spanyol mengatakan perilaku ini berarti pelaut harus ‘menjaga jarak’ dari hewan.
Namun, itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan jika mereka memutuskan untuk menabrak kapal.

Perilaku paus pembunuh menyerang kapal tentunya merupakan hal yang sangat tidak biasa dan memprihatinkan.

Hingga saat ini para ilmuwan kelautan, khususya peneliti paus pembunuh masih belum menemukan motif dibalik insiden tersebut.

Namun, yang dapat menjadi catatan bahwa ada kelompok paus pembunuh yang merasa terancam dan bereaksi dibawah tekanan.

Para ilmuwan juga mengatakan tidak mungkin lebih dari satu polong bertindak dengan cara ini.

Pada 29 Juli, di lepas Cape Trafalgar, Victoria Morris berada di atas kapal pengiriman yang dikelilingi 9 paus orca.

Paus orca ini menabrak kapal, memutarnya, merusak mesin dan kemudi. Paus orca ini berkomunikasi melalui suara siulan yang keras.

Morris mengatakan serangan tersebut seperti diatur.

Semoga kejadian ini dapat segera teratasi dan memberikan soluasi baik kepada paus pembunuh maupun para pelaut.*

Sumber: Ladbible.com

Exit mobile version