Ilmuwan Kelautan Dunia Akan Hadiri Konferensi ICOES

Karang dapat menyediakan arsip iklim. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menghadirkan ilmuwan kelautan dan kebumian dunia dalam konferensi ilmiah ICOES (International Conference on the Ocean and Earth Sciences) 2020.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI A’an Johan Wahyudi mengatakan, salah satu sub konferensi ICOES 2020, Ocean Science, menghadirkan peneliti dunia dengan disiplin marine science, bidang oseanografi fisika, oseanografi biologi, maupun oseanografi geologi dan oseanografi kimia.

“Ada lima pokok bahasan yang akan di utarakan dalam konferensi ini,” kata A’an.

Yang menjadi topik bahasan, pertama, dinamika ekosistem laut dan pesisir kaitannya dengan faktor-faktor oseanografi di regional Indo Pasifik. Kedua, dampak perubahan iklim terhadap biodiversitas termasuk strategi untuk adaptasi dan mitigasi.

Ketiga, dampak polusi di laut terhadap ekosistem. Keempat, mitigasi bencana kaitannya dengan bencana geologis yang terjadi di laut. Kelima, isu terkini Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ) di Indonesia.

Menurut peneliti Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Luki Subehi, topik sub konferensi limnologi terbagi menjadi enam pokok bahasan, yaitu tinjauan Biogeokimia di ekosistem perairan tropis, konservasi sumber daya perairan tropis yang berkelanjutan.

Kemudian, pengendalian pencemaran dan teknologi untuk mengatur kualitas air, modelling and information technology for decision support tool and water-related disaster risk reduction. Selanjutnya, ecohydrology dan ecosystem education, regulation, activities and culture.

“Forum khusus ini adalah bagian dari kontribusi ilmuwan untuk mempromosikan ekosistem perairan tropis kepada masyarakat di dunia,” kata Luki.

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Anggoro Tri Mursito, mengatakan, GeoScience sebagai sub konferensi ICOES 2020 merupakan kelanjutan Global Colloquium on GeoSciences and Engineering (GCGE).

“Kali ini kami akan menampilkan perkembangan terkini tentang GeoScience dan teknologi yang tidak terbatas pada locus penelitian di Indonesia saja.”

Akan ada juga paparan oleh peneliti luar negeri dalam hal ini invited speaker maupun pembicara mulai yang Originated Middle East, Eropa dan Asia.

Anggoro merinci topik-topik yang di bahas sangat beragam, yaitu: Environmental science technology, Climate change adaptation and mitigation, Disaster risk reduction, juga Earth resources engeneering.

“Studi terkait kebencanaan mulai bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi dengan lokus di Sumatra, Jawa, Yogyakarta sampai Flores dan bagaimana strategi meningkatkan investasi pada pengurangan risiko bencana, tak luput dari pembahasan pada konferensi ini,” ujar Anggoro.

Konferensi ICOES 2020 akan mengangkat isu global ilmu kelautan, limnologi dan geosciences.

Konferensi yang akan berlangsung pada 18-20 November 2020, sebagai bagian dari kontribusi hasil penelitian LIPI. Konferensi ini dalam rangkaian perhelatan Indonesia Science Expo (ISE) 2020.

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Hagi Yuli Sugeha, ICOES menjadi salah satu effort atau sumbangsih yang dilakukan oleh para peneliti LIPI dan juga peneliti dari berbagai macam negara yang peduli terhadap pencarian solusi untuk menjawab permasalahan pengelolaan lingkungan, baik daratan maupun lautan saat ini.

“Termasuk pandangan, pemikiran, dan bahkan ide-ide serta solusi dari para ilmuan kelautan dan kebumian dunia terkait bentuk adaptasi dan mitigasi dalam menghadapi berbagai masalah global,” ujar Hagi, dalam science webinar Talk to Scientists Ilmu Kelautan dan Kebumian untuk Kelangsungan Hidup Manusia dan Lingkungannya, Selasa (10/11).

Posisi Indonesia sangat penting di mata dunia, tidak hanya dari wilayah geografisnya saja, tetapi posisi, peranan serta sumberdaya alam.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus peduli dengan pelestarian sumber daya alam dan pengelolaan lingkungannya.

“Upaya pelestarian sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan haruslah berbasis iptek, sebagai salah satu bentuk kepedulian LIPI selaku masyarakat ilmiah Indonesia,” katanya.