Ilmuwan Warga Memotret 40.000 Gambar di Great Barrier Reef

Peneliti Dr Abbi Scott mengambil foto sebagai bagian dari survei 'ilmuwan warga' di Great Barrier Reef. FOTO: Grumpy Turtle Creative/ABC.NET.AU

Darilaut – Untuk menyelamatkan Great Barrier Reef ilmuwan warga (citizen scientists) berhasil memotret mengambil 40.000 gambar kondisi terumbu karang dari ujung Queensland hingga Pulau Lady Elliot.

Dengan menggunakan berbagai kapal, relawan dengan sukarela melakukan survei selama periode 12 minggu. Para relawan ini berasal dari kalangan ilmuwan, penyelam, turis dan nelayan.

Gambar nantinya akan di posting secara online untuk untuk membantu menganalisis kondisi terkini di Great Barrier Reef.

Mengutip Abc.net.au, Selasa (15/2) Kelompok konservasi Citizens of the Great Barrier Reef dengan menggunakan lusinan kapal untuk membantu menyurvei lebih dari 300 terumbu karang dari ujung Queensland hingga Pulau Lady Elliot selama periode 12 minggu.

Para relawan dengan menggunakan snorkel mengambil lebih dari 40.000 foto untuk dianalisis.

Chief executive Andy Ridley mengatakan meskipun ini adalah survei Great Reef Census kedua – yang pertama pada tahun 2020 – sensus tahun ini secara signifikan lebih besar, dengan ratusan terumbu karang yang disurvei.

“Itu adalah respons besar dari komunitas di atas dan di bawah terumbu, dengan ribuan jam sukarela yang dilakukan dari ilmuwan, kru penyelam, turis, dan nelayan yang pergi ke ujung terumbu untuk menangkap data yang sangat penting ini,” kata Mr Ridley seperti dikutip dari Abc.net.au.

Ridley mengatakan jumlah gambar yang diambil oleh ilmuwan warga untuk analisis kali ini meningkat dari 14.000 gambar yang dikumpulkan pada 2020.

Katie Chartrand dari James Cook University terlibat dalam survei tersebut mengatakan analisis awal menunjukkan beberapa bagian Great Barrier Reef bernasib jauh lebih baik daripada yang lain.

“Terumbu karang yang kami lihat dalam survei ini bervariasi dalam hal kesehatannya,” kata Dr Chartrand.

“Beberapa terumbu terlihat spektakuler, yang lain hancur.”

Terumbu karang ini hancur karena angin topan, peristiwa pemutihan besar tahun 2016 dan 2017. Hasil pengambilan gambar juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang sangat baik.

Tapi belum cukup waktu untuk mengatakan bagaimana pemulihan itu berjalan.

Great Barrier Reef terdiri dari lebih dari 4.000 terumbu individu pada jarak 2.300 kilometer.

Setelah peristiwa pemutihan massal tahun 2016 dan 2017, Ridley bersama dengan profesor ekologi kelautan UQ Peter Mumby dan direktur Otoritas Taman Laut Great Barrier Reef Roger Beeden, membahas bagaimana kesenjangan dalam survei terumbu karang ini dapat diisi.

Sensus Great Barrier Reef

Profesor Mumby mengatakan survei menunjukkan bahwa pemutihan karang terus menjadi masalah.

“Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan pemutihan tapi semoga kita bisa membantu pemulihan terumbu karang di antara peristiwa pemutihan ini,” kata Profesor Mumby.

Menurut Profesor Mumby salah satu jalan untuk membantu pemulihan adalah dengan melakukan monitoring skala besar seperti survei, yang memberi tahu kita di mana terumbu karang yang rusak saat ini, dan di mana terumbu karang yang dalam kondisi baik.

“Jika Anda dapat menemukan area tersebut maka Anda dapat mencoba dan memprioritaskan perhatian pada area tersebut.”

Akhir tahun ini, lebih banyak ilmuwan warga akan dibutuhkan dari seluruh dunia — kali ini untuk membantu menganalisis 40.000 gambar yang dikumpulkan dari 315 terumbu karang yang disurvei di situs web Citizens of the Great Barrier Reef.

Exit mobile version