“Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi penting agar inovasi dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan,” ujarnya.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya Indeks Daya Saing Daerah sebagai instrumen strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional.
“Indeks daya saing bukan sekadar angka atau peringkat, melainkan cerminan kapasitas kolektif bangsa, mulai dari pimpinan tertinggi hingga masyarakat paling bawah, dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ujarnya.
Belajar dari pengalaman masa lalu, Rachmat Pambudy mencontohkan ketika sektor pertanian kalah bersaing, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya petaninya, melainkan seluruh ekosistem pembinaannya, mulai dari penyuluh, peneliti, hingga pengambil kebijakan. Prinsip serupa berlaku dalam konteks pembangunan nasional saat ini.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen belum cukup untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
“Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, pertumbuhan ekonomi perlu didorong lebih tinggi, namun tetap berkualitas,” ujarnya.
Pertumbuhan semata juga tidak cukup. Menurutnya, pemerataan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan harus berjalan beriringan. Ia menyoroti adanya daerah dengan pertumbuhan tinggi tetapi disertai ketimpangan yang besar. “Kondisi yang tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.




