Selain itu, bagaimana negara-negara dapat mengurangi jumlah gas rumah kaca dan polutan lain yang keluar dari truk dan kendaraan besar lainnya.
5. Pemuda mengambil peran lingkungan
Kaum muda memainkan peran penting di UNEA-6, dan aktivis Grace Catapang dari Filipina tampil bersama Inger Andersen.
“Dalam hidup saya yang singkat, saya telah menyaksikan secara langsung betapa buruknya ketidakadilan yang menimpa lingkungan dan masyarakat,” katanya dalam pidatonya yang penuh semangat.
“Jangan lupa bahwa di balik setiap statistik, di balik setiap target… ada manusianya.”
Pada pertengahan bulan Februari, 450 pemuda dari seluruh dunia berkumpul untuk menghadiri Majelis Lingkungan Hidup Pemuda. Mereka mempertimbangkan resolusi yang akan diajukan pada UNEA-6.
Mereka menawarkan apa yang digambarkan Inger sebagai “seruan yang jelas,” dengan mengatakan bahwa UNEA yang paling ambisius yang pernah ada akan cukup untuk mencegah penurunan pesat alam.
6. Dunia mengakui waktu semakin singkat
Salah satu tema yang dibahas dalam UNEA-6 adalah: planet ini berada pada titik kritis dan umat manusia harus segera bertindak untuk mengatasi krisis tiga planet ini.
Ide tersebut tercermin dari semua orang mulai dari aktivis pemuda hingga Kepala Negara dan Pemerintahan.
Para pengamat mengatakan hal ini merupakan sebuah pertanda yang menggembirakan, namun pernyataan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang melindungi dan memulihkan planet ini.




