Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tropis Nari Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan

redaksi
13 Juli 2025
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Nari Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan

Prakiraan lintasan Badai Tropis (tropical storm) Nari di dekat Kepulauan Ogasawara, Jepang, pada Minggu (13/7). GAMBAR: JMA

Darilaut – Badai Tropis (tropical storm) Nari bergerak lambat di dekat Kepulauan Ogasawara, Jepang, di Samudra Pasifik bagian barat, Minggu (13/7).

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) Nari dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang, bergerak lambat ke utara.

Tekanan udara pada pusatnya  998 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebihdi tenggara 280 km (150 NM) dan barat-laut 110 km (60 NM), kata JMA.

Prediksi JMA Nari akan menguat menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem.

Nari, topan Jepang Nomor 5, selama enam jam terakhir terletak 1.150 km di tenggara Yokosuka. Sistem ini telah bergerak ke arah timur-timur laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Nari diperkirakan akan berbelok ke utara selama 12 jam ke depan. Sistem ini akan terus bergerak ke utara dalam 12 hingga 36 jam.  

Intensifikasi bertahap akan terjadi selama 24 jam karena Nari berada dalam lingkungan yang cukup menguntungkan dengan suhu permukaan laut yang hangat, geseran angin 30–35 km per jam (15–20 knot).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badan Meteorologi JepangJTWCKepulauan OgasawaraTopan Nari
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Sudah Musim Kemarau Masih Terjadi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Indonesia

Next Post

Gelombang Panas dan Mencairnya Gletser Dapat Membangkitkan Patogen Purba

Postingan Terkait

Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026
Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

21 April 2026

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Next Post
Panas di Spanyol, Portugal dan Afrika Utara Karena Perubahan Iklim

Gelombang Panas dan Mencairnya Gletser Dapat Membangkitkan Patogen Purba

TERBARU

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

AmsiNews

REKOMENDASI

47 TKI Dari Malaysia Masuk Lewat Jalur Ilegal

Bayi Orca yang Terdampar di Wellington Mendapat Nama Toa

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

Jangan Meniru Jakarta Dalam Pengambilan Air Tanah Berlebihan

Tiga Alasan Mengapa Melindungi Danau

Pesut Terdampar di Bintan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.