Ketua Jurusan Manajemen Sumber Daya Perikanan FKTP UNG, Nuralim Pasisingi mengatakan, secara batimetri, perairan Botubarani memang memungkinkan megafauna seperti paus biru mendekati pesisir tanpa keluar dari zona dalam.
“Kedalaman yang curam dan kondisi oseanografi yang dinamis memungkinkan paus ini mencari makan di wilayah dekat Pantai”.
Kemunculan paus biru ini juga memperkuat dugaan bahwa Teluk Tomini, khususnya kawasan konservasi Teluk Gorontalo, merupakan jalur migrasi mamalia laut.
“Namun hal ini masih perlu penelitian lanjutan,” kata Wahyu Koordinator BPSPL Makassar Wilayah Kerja Gorontalo.
Sementara itu, dari catatan komunitas selam Miguel’s Diving Gorontalo, penampakan paus biru di Gorontalo terakhir kali terjadi sekitar 25 tahun lalu.
“Paus dan orca tampaknya memiliki jalur migrasi yang mengikuti garis pantai selatan Gorontalo,” tulis akun facebook resmi mereka @Miguel’s Diving Gorontalo.
Fenomena langka ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan riset dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Gorontalo. (Novita J. Kiraman)




