Mereka mendesak dukungan berkelanjutan terhadap proses perdamaian yang dipimpin PBB untuk mengakhiri konflik sipil yang telah berlangsung lama di Yaman.
Berikut ini penyampaian wakil sejumlah negara yang duduk di Dewan Keamaan PBB:
Jepang
Wakil Tetap Jepang, Yamazaki Kazuyiki, yang menyusun resolusi tersebut bersama dengan AS, mengecam serangan Houthi dan menuntut pembebasan awak Galaxy Leader.
Delegasi tersebut meminta Dewan Keamanan untuk berbicara dalam satu suara mengenai masalah ini dan menyatakan harapan bahwa resolusi tersebut akan membantu menciptakan landasan bersama untuk menanggapi krisis keamanan di jalur pelayaran yang penting.
Rusia
Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia menekankan apa yang digambarkan sebagai “sisi berbahaya” dari resolusi yang diajukan Amerika Serikat.
Teks ini tidak boleh menjadi preseden, kata delegasi tersebut, seraya menambahkan bahwa “hukum internasional berkaitan dengan kebebasan navigasi di masa damai, bukan di masa perang”. Nebenzia menyayangkan sifat politisasi teks tersebut serta tuduhan politisasi yang disuarakan AS terhadap negaranya.
Meski mengutuk serangan terhadap kapal sipil, delegasi Rusia menyatakan bahwa tujuan resolusi tersebut bukanlah menjamin keselamatan navigasi di Laut Merah, namun merupakan upaya untuk melegitimasi tindakan koalisi “yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Inggris” untuk memperoleh, secara tidak langsung, “berkah” Dewan Keamanan.




