Insiden Laser Cina, Sejumlah Negara Mendukung Protes Filipina

Penjaga Pantai Filipina menunjukkan sinar laser hijau militer dari kapal penjaga pantai Cina di Laut Cina Selatan yang disengketakan, Senin 6 Februari 2023. FOTO: Philippine Coast Guard/AP

Darilaut – Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, Jerman, dan Denmark mendukung protes Filipina terhadap insiden penggunaan laser yang dilakukan Penjaga Pantai Cina di Laut Cina Selatan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga telah memanggil duta besar Cina atas insiden tersebut.

Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) melaporkan Inggris dan beberapa negara lain mendukung langkah Manila yang memprotes Penjaga Pantai Cina (CCG) di Ayungin Shoal 6 Februari lalu.

“Inggris mendukung dan bergabung dengan Filipina dalam mengungkapkan keprihatinan serius kami terkait tindakan intimidasi terhadap kapal Filipina yang beroperasi secara sah di Laut Cina Selatan. Tindakan berbahaya ini melanggar hukum internasional,” kata Kedutaan Besar Inggris di Manila.

“Inggris tidak tergoyahkan dalam posisi kami di UNCLOS (Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa), dan bahwa keputusan arbitrase 2016 bersifat final dan mengikat secara hukum.”

Kanada, Jerman, dan Denmark juga menyuarakan keprihatinan mereka dan meminta Cina, salah satu pihak UNCLOS, untuk mematuhi kewajibannya, termasuk putusan arbitrase tahun 2016.

Duta Besar Kanada untuk Filipina David Hartman, mengatakan, tindakan baru-baru ini yang mengganggu operasi sah kapal Filipina di lepas pantai Filipina merupakan pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan pemeliharaan perdamaian dan stabilitas kawasan, serta tatanan internasional berbasis aturan.

Duta Besar Jerman untuk Filipina Anke Reiffenstuel, juga mengatakan bahwa arbitrase 2016 adalah “final dan mengikat secara hukum.”

Setelah pemerintah Filipina mengajukan protes diplomatik dan memanggil Duta Besar Cina di Manila, Kementerian Luar Negeri Cina (MOFA) pada 14 Februari mengatakan kedua belah pihak telah berkomunikasi tentang masalah tersebut melalui “saluran komunikasi terkait maritim yang ada antara kementerian luar negeri.”

Presiden Filipina

Mengutip Nippon Hoso Kyokai (NHK) Presiden Filipina Marcos menyampaikan “keprihatinan serius” atas dugaan penggunaan laser oleh Cina di Laut Cina Selatan.

Marcos menyampaikan keprihatinannya “atas meningkatnya frekuensi dan intensitas tindakan oleh Cina” kepada duta besar.

Pada hari Senin, Penjaga Pantai Filipina mengatakan sebuah kapal Penjaga Pantai Cina telah mengarahkan laser tingkat militer ke salah satu kapalnya di dekat beting Kepulauan Spratly pada 6 Februari. Wilayah tersebut berada di zona ekonomi eksklusif Filipina.

Manila sejak itu memprotes dan telah merilis rekaman yang menunjukkan kapal Cina mengarahkan laser ke kapal Filipina. Namun Cina membantah tudingan tersebut.

Sumber: Philippine News Agency (Pna.gov.ph) dan Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp)

Exit mobile version