Intensifikasi Topan Freddy Lebih Cepat di Alur Mozambik

Trek lintasan Topan Freddy di Alur Mozambik (Mozambique Channel) Maret 2023. GAMBAR: WMO

Darilaut – Lingkungan yang menguntungkan telah mempercepat intensifikasi topan Freddy di Alur Mozambik (Mozambique Channel).

Topan Freddy telah menguat dari siklon tropis (Tropical Cyclone) menjadi Siklon Tropis Intens (Intense Tropical Cyclone), Rabu (8/3) dan menjadi siklon tropis, pada Kamis (9/3).

Selama enam jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC), telah bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 13 km per jam (7 knot). Freddy terletak 133 km sebelah utara Pulau Europa.

Ini adalah sistem yang berbahaya, kata JTWC. Sistem ini membawa angin yang merusak, hujan deras, gelombang badai dan laut yang ganas.

Dengan kondisi seperti itu, kemungkinan dapat terjadi tanah longsor, banjir bandang dan risiko lainnya.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7,6 meter, kata JTWC.

Freddy diperkirakan akan melanjutkan pelacakan ke arah barat laut. Selama 12 jam terakhir saat Freddy bergerak ke arah barat laut, sistem telah terputus dari jet subtropis ke selatan yang menyediakan aliran keluar tingkat atas yang kuat.

Menurut JTWC karena aliran keluar ini dibatasi, sistem kehilangan matanya dan berjuang untuk mempertahankan kohesi konvektif.

Suhu permukaan laut yang sedikit mendingin secara bertahap akan melemahkan Freddy hingga mendarat di pantai Mozambik.

Dengan perkiraan intensitas 140 km per jam (75 knot) dalam dua hari, Freddy akan melanjutkan perjalanan darat dan dengan cepat melemah hingga menghilang dalam waktu sekitar empat hari ke depan.

Kekhawatiran dan ketakutan meningkat saat topan Freddy untuk kedua kalinya akan mendarat di Mozambik.

Layanan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Reliefweb.int, menjelaskan lebih dari 900.000 orang – termasuk 450.000 anak-anak – terancam karena Topan Freddy yang kuat akan menghantam Mozambik untuk kedua kalinya.

Pendaratan yang kedua tersebut, dalam siaran pers Save the Children, mengingatkan kekhawatiran kesengsaraan lebih lanjut dan pengungsian bagi keluarga yang sudah terhuyung-huyung dari dampak awal.

Tanggal 24 Februari, topan Freddy untuk pertama kalinya mendarat di kota pesisir Vilanculos, menyebabkan 10 orang tewas dan lebih dari 9.000 orang mengungsi.
Lebih dari 68.000 anak masih putus sekolah dan kemungkinan akan terpengaruh untuk kedua kalinya.

Topan Freddy diperkirakan akan mendarat pada Jumat (10/3) malam sebagai topan Kategori 3, dengan kecepatan angin sekitar 160 kilometer per jam dan hembusan hingga 190 km per jam, menurut Institut Meteorologi Nasional Mozambik.

Freddy adalah siklon tropis pertama di belahan bumi selatan yang intensitasnya empat kali lipat dan berada di jalur dan menjadi siklon tropis dengan umur terpanjang dalam sejarah setelah melintasi seluruh Samudra Hindia selama sebulan.

Sistem ini berkembang sebagai bibit siklon tropis sejak tanggal 3 Februari 2023 di selatan Jawa, kemudian ke timur laut dan berada di selatan Nusa Tenggara.

Freddy terbentuk dan mendapatkan penamaan dari Biro Meteorologi Australia (BOM) tanggal 6 Februari saat bergerak di Laut Timor, selatan Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Selanjutnya, Freddy mengambil arah ke barat daya atau di utara Port Hedland, Australia Barat. Setelah terbentuk sebagai siklon tropis –bergerak secara umum ke barat dan barat-barat daya, hingga ke Madagaskar, Mozambik dan Zimbabwe.

Di Zimbabwe ternyata Freddy tidak punah di daratan Afrika. Sistem ini hanya berputar dan kembali ke Mozambik, selanjutnya memasuki Alur Mozambik.

Dalam perjalanan Topan Freddy sejak awal Februari sedikitnya 21 orang tewas, 10 di Mozambik dan 11 di Madagaskar.

OCHA mencatat meski tidak mendarat di Madagaskar, hujan deras mengguyur Kota Toliara dan sekitarnya, yang menyebabkan sedikitnya empat orang tewas, lebih dari 13.000 orang mengungsi, dan 3.800 rumah mengalami banjir atau rusak.

Sumber: Zoom.earth/JTWC, Darilaut.id, dan OCHA/Reliefweb.int

Exit mobile version