Darilaut – Intensitas kekuatan siklon tropis Herman di Samudra Hindia telah meningkat menjadi kategori 2, pada Kamis (30/3). Herman bergerak ke tenggara dan telah berada di selatan Banten.
Dalam buletin Pusat Peringatan Siklon Tropis, Biro Meteorologi Australia, menjelaskan siklon tropis Herman dengan jarak 510 km selatan barat daya Christmas Island dan bergerak ke timur tenggara dengan kecepatan 17 kilometer per jam.
Siklon Herman terbentuk Rabu (29/3) dan terus meningkat saat bergerak ke tenggara. Biro Meteorologi Australia memperkirakan Herman akan mencapai intensitas puncaknya pada hari ini.
Selanjutnya, diprediksi Herman akan melemah pada hari Jumat (31/3). Selama akhir perkan, Herman akan bergerak ke arah barat, menjauh dari pantai Australia.
Dengan intensitas kategori 2, Herman membawa angin berkelanjutan dekat pusat 100 kilometer per jam dan hembusan hingga 140 kilometer per jam.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC), selama enam jam terakhir Herman terletak 1367 km barat laut Learmonth, Australia, dan telah bergerak ke arah timur-tenggara dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 6,1 meter (20 feet), kata JTWC.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan dalam 24 jam ke depan, siklon tropis Herman memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia.
Dalam buletin yang dikeluarkan Kamis pukul 09.45 WIB, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dapat terjadi di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Potensi angin kencang mencapai 25 knot di wilayah pesisir barat Bengkulu, pesisir barat dan selatan Lampung, pesisir barat dan selatan Banten, serta pesisir selatan Jawa Barat.
Dampak terhadap gelombang dengan tinggi 1,25 – 2,5 meter berpitensi terjadi di Teluk Lampung, perairan Bengkulu, dan perairan selatan Jawa Timur.
Adapun tinggi gelombang 2,5 – 4 meter di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.
