Merujuk pada firman Allah dalam Surah Hud ayat 61 yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari bumi dan diberi amanah untuk memakmurkannya.
“Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari bumi dan ista’marakum fiha, menugaskan manusia untuk memakmurkannya. Artinya manusia tidak sekadar memanfaatkan alam, tetapi juga bertanggung jawab mengelolanya dengan bijaksana,” kata Quraish Shihab.
Quraish Shihab mengatakan konsep tersebut menegaskan peran manusia sebagai khalifah di bumi yang harus menjaga keberlanjutan kehidupan.
Keseimbangan Alam
Quraish Shihab juga menyoroti prinsip keseimbangan yang menjadi dasar kehidupan alam semesta sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ar-Rahman.
Dalam ayat tersebut disebutkan: “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya. Dan langit telah Dia tinggikan serta Dia letakkan keseimbangan agar kamu tidak melampaui batas dalam keseimbangan itu” (QS. Ar-Rahman: 5–8).
Seluruh makhluk di alam menjalankan perannya dengan patuh. Matahari, bulan, tumbuhan, semuanya berada dalam keteraturan. Manusia seharusnya belajar dari keteraturan itu agar tidak merusak keseimbangan yang telah diciptakan Tuhan, kata Quraish Shihab.




