Torosiaje terletak di kawasan Teluk Tomini yang berada di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Keberadaan bunga sammo ini dihitung sesuai dengan peredaran bulan. Kemunculan bunga sammo tidak serentak.
Tidak semua jenis lamun sebagai penanda bulan kamariah.
“Awal bulan tidak banyak bunga yang muncul, nanti malam ketiga bunganya paling banyak yang mekar,” ujar Umar.
Ketika sammo mekar, buah lamun ini akan mengeluarkan bunga. Bunga sammo itulah sebagai penanda esoknya memulasi puasa di bulan Ramadan atau lebaran di awal Syawal.
Kemunculan ”bunganya pada jam tertentu, biasanya setengah enam atau jam enam sore,” kata Umar.
Itu sebabnya, kemunculan pertama bunga sammo saat senja atau hari mulai malam ini sangat dinantikan di Torosiaje. ”Tidak menunggu isbat,” kata Umar.
Pengamatan empiris orang Torosiaje yang pemukimannya berada di atas permukaan laut tersebut tidak hanya muncul begitu saja.
Orang-orang Torosiaje di masa lalu tidak hanya bergantung pada hilal atau bulan sabit.
Hal ini lantaran kondisi alam atau cuaca. Meskipun berada di laut, bukan berarti hilal akan selalu terlihat. Bulan sabit ini tak dapat diamati apabila mendung atau turun hujan.
Umar telah mengidentifikasi tiga jenis lamun yang tumbuh di perairan Torosiaje.




