Darilaut – Jambura Medical and Health Science Journal (JMHSJ) Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meraih akreditasi SINTA 3 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Keberhasilan ini menjadi prestasi tersendiri bagi JMHSJ yang baru berusia tiga tahun. Dalam tiga tahun berjalan, jurnal ilmiah ini konsisten dalam menyajikan artikel ilmiah berkualitas tinggi.
Dengan raihan akreditasi SINTA 3, JMHSJ semakin diakui sebagai salah satu jurnal akademik yang memiliki standar publikasi nasional yang baik.
Ketua Editor JMHSJ, dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, M.Biomed, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.
“Sejak didirikan pada tahun 2022, kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam proses editorial serta publikasi artikel ilmiah,” ujarnya.
”Akreditasi SINTA 3 ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim editorial, reviewer, dan para penulis yang telah mempercayakan karyanya kepada kami.”
Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim berharap dengan adanya akreditasi ini, jurnal tersebut dapat terus berkembang dan meningkatkan reputasi UNG di tingkat nasional maupun internasional.
SINTA (Science and Technology Index) adalah portal ilmiah daring yang diolah Kemdiktisaintek yang memberikan akses terhadap sitasi dan keahlian di Indonesia.
SINTA dikembangkan oleh Kemdiktisaintek untuk mengukur dan memberi peringkat jurnal ilmiah di Indonesia berdasarkan kualitas dan dampaknya dalam dunia akademik.
Dengan status SINTA 3, JMHSJ kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam peta publikasi ilmiah nasional.
Ke depan, JMHSJ berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi, memperluas kolaborasi dengan para peneliti dari berbagai institusi terutama peneliti dari luar negeri.
Selain itu, mendorong lebih banyak penelitian berkualitas yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu kesehatan di Indonesia.
Dengan capaian ini, Fakultas Kedokteran UNG semakin menunjukkan eksistensinya dalam dunia akademik, khususnya dalam bidang kesehatan dan kedokteran, serta membuktikan bahwa universitas ini mampu bersaing dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas tinggi.
