Darilaut – Pekan ini Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membahas mineral kritis karena kekhawatiran sumber daya alam telah lama berperan dalam konflik, seperti kelompok bersenjata mengendalikan deposit mineral berharga, pertambangan ilegal membiayai konflik.
Kemudian, jaringan kriminal mendapat keuntungan dari penyelundupan dan tata kelola yang lemah memicu ketidakstabilan.
Mineral kritis ini merupakan bahan penting dalam banyak teknologi modern, termasuk untuk baterai kendaraan listrik, turbin angin, panel surya, jaringan listrik dan ponsel pintar dan elektronik.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan keputusan apa saja komoditas mineral kritis tersebut.
Mineral Kritis mempunyai kegunaan penting untuk perekonomian nasional dan pertahanan keamanan negara yang memiliki potensi gangguan pasokan dan tidak memiliki pengganti yang layak.
Mineral ini menjadi bahan baku dalam industri strategis nasional, memiliki nilai manfaat untuk perekonomian nasional dan pertahanan keamanan negara, memiliki risiko tinggi terhadap pasokan dan mineral yang tidak memiliki pengganti yang layak.
Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 296.K/ MB.01/ MEM.B/2023 tentang Penetapan Jenis Komoditas yang Tergolong dalam Klasifikasi Mineral Kritis, tertanggal 14 September 2023.




