Bangunan-bangunan tersebut dibangun dengan mempertimbangkan posisi Matahari, Bulan, dan bintang, bahkan beberapa di antaranya berfungsi sebagai penanda waktu seperti kalender alam.
Jejak arkeoastronomi yang terungkap di Indonesia lainnya dengan ditemukannya berbagai artefak seperti Bejana Zodiak di Pasuruan, Gnomon Suku Kenyah Dayak di Kalimantan Timur, dan Bencet di Jawa Tengah.
Ketiganya memperlihatkan betapa erat hubungan antara langit dan kehidupan sehari-hari masyarakat karena masih digunakan sampai saat ini. Bejana Zodiak dapat dilihat secara langsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Ke depan, pendekatan interaktif seperti penggunaan Machine Learning dan Virtual Reality diharapkan dapat membuka jalan baru dalam menafsirkan dan memvisualisasikan peninggalan-peninggalan yang berkaitan dengan fenomena langit masa lalu.
Melalui teknologi ini, publik dapat menikmati kembali keindahan gerak bintang di situs kuno dan memahami konteks spiritualnya.




