Darilaut – Setelah Inggris dan Amerika Serikat, Jepang berencana membentuk dan akan meluncurkan lembaga keamanan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio mengatakan berencana untuk meluncurkan sebuah lembaga nasional pada bulan Januari untuk mempelajari cara-cara memastikan bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif aman digunakan dan membantu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK), Kishida membahas rencana untuk mendirikan apa yang disebutnya sebagai lembaga keamanan AI dalam pertemuan panel pemerintah mengenai strategi AI Jepang pada hari Kamis (21/12).
Menurut Kishida, Inggris dan Amerika Serikat telah mendirikan lembaga untuk melakukan penelitian tentang AI generatif di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap masalah keselamatan.
Perdana Menteri mengatakan bahwa Jepang perlu mendirikan lembaga serupa dengan tujuan mempelajari metode untuk menilai keamanan teknologi AI dan menyusun standarnya.
Pertemuan tersebut juga mengadopsi rancangan akhir dari serangkaian pedoman pemerintah yang ditujukan untuk semua bisnis yang mengembangkan atau menggunakan teknologi AI.
Draf dokumen tersebut menyatakan bahwa “berpusat pada manusia” adalah salah satu prinsip dasar yang mengatur penggunaan AI.
Pedoman tersebut akan menyerukan kepatuhan terhadap semua peraturan dan regulasi terkait AI.
Dalam pedoman ini memperingatkan terhadap pengembangan, penyediaan, dan penggunaan teknologi AI dengan tujuan memanipulasi proses pengambilan keputusan atau emosi manusia secara tidak sah.
Pedoman tersebut juga akan mewajibkan bisnis yang mengembangkan atau menggunakan AI untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah penyalahgunaan teknologi untuk menciptakan informasi yang salah (misinformasi).
Pemerintah berencana untuk meminta komentar masyarakat sebelum menyusun versi final pedoman tersebut pada bulan Maret tahun depan.
Sumber: NHK
