“Kesalahan ini bahkan juga terjadi pada portal media internasional New York Times dan lainnya,” kata Uni Lubis, dalam diskusi yang dipandu pemimpin redaksi MNC Radio Network Gaib Marudo Sigit.
Direktur Eksekutif AMSI, Adi Prasetya saat membuka diskusi seri kedua menjelaskan bahwa diskusi bulanan ini menjadi bagian penting kampanye antihoaks dan sumbangan koalisi cak fakta mendukung pemilu 2024 berkualitas dan bebas dari hoaks. Selain itu, untuk mengukur dan memonitor kerja-kerja pemeriksa fakta di sepanjang setahun ke depan.
Asosiasi Media Siber Indonesia bersama mitra koalisi Cek Fakta, AJI, Mafindo dengan dukungan Google News Initiative, kata Adi, menggandeng lembaga riset berbasis artificial Intelligence Binokular untuk mendapatkan data percakapan secara riil dan presisi tentang persebaran, tipologi, korban, dan bahkan actor mapping hoaks.
“Dari situ kita bisa mengkaji apa yang harus dilakukan,” ujar Adi.




