Untuk tahap awal, sistem informasi ketertelusuran ini akan dikembangkan dan diujicobakan di demplot tambak Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE) di Kabupaten Berau.
YKAN bersama BRPBAP3 KKP memperkenalkan pendekatan SECURE sebagai upaya merestorasi tambak menjadi mangrove kembali tanpa menurunkan produktivitas tambak milik masyarakat.
“Keberadaan sistem informasi ketertelusuran produksi ini akan membantu pembeli udang di seluruh dunia, untuk memastikan bahwa udang dari Kabupaten Berau berasal dari tambak tradisional yang ramah lingkungan, dan aman dikonsumsi,” kata Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman.
Kabupaten Berau tercatat sebagai wilayah yang memiliki ekosistem mangrove terluas di Provinsi Kalimantan Timur. Upaya melindungi ekosistem mangrove di Kabupaten Berau secara tidak langsung mendukung produksi perikanan tangkap dan budi daya yang berkelanjutan.
Sebagai habitat udang, ikan dan kepiting, ekosistem mangrove memiliki arti penting bagi nelayan dan petambak, serta masyarakat pesisir Kabupaten Berau.
Dengan menerapkan praktik akuakultur yang berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan upaya global dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.





Komentar tentang post