Kaum Muda di 180 Negara Merayakan Hari Laut Sedunia

World Ocean Day 2026. GAMBAR: Worldoceanday.org

Darilaut – Tanggal 8 Juni diperingati sebagai Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) setiap tahunnya. Sebelumnya ada kata “s” pada oceans atau World Oceans Day. Kini huruf “s” dihilangkan menjadi World Ocean Day.

Alasan menghilangkan huruf “s” karena hanya ada satu samudra — satu sistem hidup dan terhubung yang menggerakkan iklim kita, menopang kehidupan, dan menyatukan kita semua.

Dan hari ini, kaum muda di seluruh dunia memimpin upaya untuk melindungi samudra dunia kita, dengan didukung oleh jaringan global lebih dari 180 negara.

Apa yang dimulai sebagai satu hari telah berkembang menjadi gelombang aksi sepanjang tahun, menjadikan Juni sebagai “bulan samudra” dan memobilisasi jutaan orang untuk melindungi planet biru kita, memajukan solusi samudra dan iklim, serta membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Melansir worldoceanday.org, selama bertahun-tahun, nama resmi yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah Hari Samudra Dunia (jamak).

Tetapi kami memilih untuk kembali ke Hari Samudra Dunia (tunggal), nama yang awalnya kami bantu perjuangkan sejak tahun 2002, karena nama itu mencerminkan kebenaran sederhana dan kuat bahwa kita berbagi satu samudra, dan satu masa depan.

Sejak awal, gerakan ini bertujuan untuk menyatukan dunia. Pada awal tahun 2000-an, tidak ada koordinasi global seputar Hari tersebut, tidak ada kampanye bersama, tidak ada pusat koordinasi, dan tidak ada suara kolektif. Bersama dengan mitra di seluruh dunia, termasuk jaringan pemimpin muda yang terus berkembang, kami membantu membangun gerakan itu dari dasar laut.

Antara tahun 2003 dan 2008, ribuan organisasi dan puluhan ribu individu di berbagai negara bersatu untuk menyerukan kepada PBB agar secara resmi mengakui tanggal 8 Juni sebagai Hari Laut Sedunia.

Pada tahun 2008, PBB meresmikannya—tetapi mereka menambahkan huruf “s” dalam prosesnya. Kami mengadopsi nama jamak tersebut sebagai bentuk solidaritas pada saat itu.

Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang samudra secara global, pesan dari para ilmuwan, pendidik, dan kaum muda menjadi lebih jelas dari sebelumnya: Kita semua berbagi satu samudra, bukan banyak samudra. 

Sejak saat itu, gerakan ini terus berkembang — dan kepemimpinan kaum muda telah menjadi kekuatan pendorongnya.

Satu huruf mungkin tampak kecil. Tetapi huruf ini membawa pengingat yang kuat: Kita semua terhubung.  

Dan ketika kita bersatu, terutama lintas generasi dan batas politik, sebagai warga global, kita memiliki kekuatan untuk memimpin perubahan yang dibutuhkan lautan kita, dan dunia kita.

Exit mobile version