Antara tahun 2003 dan 2008, ribuan organisasi dan puluhan ribu individu di berbagai negara bersatu untuk menyerukan kepada PBB agar secara resmi mengakui tanggal 8 Juni sebagai Hari Laut Sedunia.
Pada tahun 2008, PBB meresmikannya—tetapi mereka menambahkan huruf “s” dalam prosesnya. Kami mengadopsi nama jamak tersebut sebagai bentuk solidaritas pada saat itu.
Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang samudra secara global, pesan dari para ilmuwan, pendidik, dan kaum muda menjadi lebih jelas dari sebelumnya: Kita semua berbagi satu samudra, bukan banyak samudra.
Sejak saat itu, gerakan ini terus berkembang — dan kepemimpinan kaum muda telah menjadi kekuatan pendorongnya.
Satu huruf mungkin tampak kecil. Tetapi huruf ini membawa pengingat yang kuat: Kita semua terhubung.
Dan ketika kita bersatu, terutama lintas generasi dan batas politik, sebagai warga global, kita memiliki kekuatan untuk memimpin perubahan yang dibutuhkan lautan kita, dan dunia kita.




