Sinergi antara riset, sentra budidaya, asosiasi, eksportir, dan infrastruktur pendukung, termasuk Raiser Ikan Hias, diharapkan dapat memperkuat rantai nilai dari sumber daya genetik hingga produk ikan hias bernilai tambah untuk pasar domestik dan internasional.
Guru Besar Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Maman Hermawan, menjelaskan bahwa model kemitraan pentahelix yang melibatkan pemerintah, lembaga riset dan akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta media dapat menjadi kerangka untuk memperkuat koordinasi, standardisasi mutu, integrasi data, pembiayaan, dan promosi ikan hias Indonesia.




