Darilaut – Selama Januari – Desember 2025 ReCAAP ISC (Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia – Information Sharing Centre) mencatat total 132 insiden yang dilaporkan.
Dalam laporan tahunan ReCAAP ISC atau Pusat Berbagi Informasi – Perjanjian Kerja Sama Regional tentang Pemberantasan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata terhadap Kapal di Asia, dari 132 insiden tersebut, 127 merupakan insiden aktual dan lima merupakan upaya insiden.
Menurut laporan tersebut, terdapat peningkatan signifikan dalam situasi selama kuartal keempat tahun 2025 dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya (kuartal pertama, kedua, dan ketiga), dengan penurunan jumlah insiden sejak Agustus 2025.
Melansir Safety4sea.com, sebanyak 12 insiden yang dilaporkan pada kuartal keempat tahun 2025 merupakan jumlah terendah yang tercatat secara triwulanan sejak tahun 2021.
Namun, jumlah insiden dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 (kuartal pertama hingga ketiga) [120 insiden] telah melampaui jumlah insiden tahunan yang dilaporkan selama tahun 2021-2024.
Tren Utama 2025
ReCAAP ISC mencatat terjadi peningkatan 23% dari 107 insiden yang dilaporkan pada tahun 2024. Dari insiden tersebut, 2 merupakan insiden pembajakan di laut lepas dan 130 terjadi di perairan pedalaman, kepulauan, dan teritorial.




