Darilaut – Sebagian ikan hias Indonesia masih diperoleh melalui eksploitasi dari alam untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.
Peneliti Pusat Riset Budidaya Air Tawar (PRBAT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eni Kusrini mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan berbasis riset melalui domestikasi, seleksi, dan pemuliaan untuk menghasilkan strain yang stabil, produktif, adaptif, dan berkualitas.
BRIN sedang mengembangkan riset genetika dan pemuliaan untuk mendukung pemanfaatan kekayaan biodiversitas ikan air tawar Indonesia sebagai sumber daya genetik bagi industri ikan hias yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sejalan dengan itu, perkembangan genetika molekuler dan genomik membuka peluang penerapan pemuliaan berbasis data.
Sejumlah pendekatan, seperti marka DNA, single nucleotide polymorphism (SNP), genome-wide association study (GWAS), transcriptomics, dan genomic selection, dapat dimanfaatkan untuk memahami keragaman genetik sekaligus memilih dan mempertahankan karakter unggul.
Eni menjelaskan bahwa pembentukan varietas unggul membutuhkan tahapan yang panjang dan berkelanjutan. Prosesnya mencakup eksplorasi sumber daya genetik, domestikasi spesies potensial, karakterisasi genetik, seleksi, pemuliaan, hingga hilirisasi menjadi benih, strain, dan produk ikan hias bernilai ekonomi.




