Selain meningkatkan risiko karhutla dan kabut asap, kondisi kering juga menyebabkan minimnya tutupan awan, sehingga radiasi matahari mencapai bumi secara maksimal. Hal ini berdampak pada naiknya suhu permukaan di sejumlah wilayah.
Suhu udara maksimum yang melampaui 36°C tercatat di beberapa wilayah, antara lain di Lampung, Aceh, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Suhu udara yang tinggi dapat menurunkan kenyamanan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Selain kondisi kering, karhutla, kabut asap, dan suhu udara tinggi, kejadian angin kencang juga turut tercatat di sejumlah wilayah. Peningkatan kecepatan angin tersebut dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kerusakan bangunan, pohon tumbang, serta gangguan transportasi telah dilaporkan akibat angin kencang di Cimahi, Jawa Barat, serta di Situbondo dan Mojokerto, Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan bahwa angin kencang turut menjadi fenomena cuaca yang perlu diperhatikan di tengah dominasi kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.




