Darilaut – Kelomang bukanlah sebutan untuk satu spesies. Namanya ada beragam seperti Kumang, kepiting pertapa dan sebutan lainnya.
Terdapat sedikitnya 1.192 spesies kelomang yang sudah diidentifikasi di dunia. Habitat spesies ini mulai dari darat (terrestrial) sampai ke laut dalam (deep ocean floors).
Sebaran seribu lebih spesies ini mulai dari kutub hingga daerah tropis. Di daerah littoral tropis, kelomang adalah jenis biota yang paling banyak dijumpai.
“Di daerah pasang surut kelomang banyak dijumpai terutama di daerah pantai berbatu, berlumpur dan padang lamun,” kata Peneliti Balai Bio Industri Laut LIPI, Dwi Listyo Rahayu, seperti dikutip dari situs web Oseanografi.lipi.go.id.
Kelomang atau Hermit Crab adalah krustasea dekapoda yang termasuk infra ordo anomora dan superfamily Paguroidea.
“Bentuk tubuhnya tidak simetris, abdomen lunak, lurus, melingkar/ melengkung. Jenis kelamin dicirikan dari gonopore tubuh yang jantan terletak pada kaki kelima, sedangkan yang betina pada pangkal kaki ketiga,” ujar Rahayu.
Tingkah laku sosial kelomang sangat unik. Ketika dua individu kelomang bertemu, tidak akan saling peduli. Mereka bertemu ketika akan kawin atau mereka berkelahi.
Menurut Rahayu, tingkah laku perkelahian pada kelomang terjadi pada pertukaran ‘rumah’ (cangkang gastropod). Ini seringkali terjadi melibatkan kelomang oportunis (multi crab shell-exchange interaction).
Para oportunis ini tidak terlibat dalam perkelahian, mereka hanya menunggu di belakang sampai ada cangkang yang ditinggalkan oleh penghuninya dan segera menempati cangkang tersebut.
Manfaat kelomang, selain bisa dikonsumsi, sebagai umpan memancing ikan dan binatang peliharaan, juga menjadi indikator dari berbagai kondisi lingkungan. Bila terjadi intrusi air tawar (buangan air tawar dari rumah tangga), maka kelomang jenis tertentu saja yang bisa hidup.
Ketika kelomang ditemukan dalam jumlah berlimpah pada suatu daerah maka dapat dikatakan bahwa terjadi kematian moluska gastropoda, karena kelomang sangat tergantung dari ada tidaknya cangkang gastropoda.
“Kelomang adalah pemakan segala (scavenger), sehingga fungsinya di alam adalah mendaur ulang dengan cara memakan serasah dan biota,” kata Rahayu.
Terdapat 39 persen dari genus dan 17 persen dari spesies yang ditemukan diperairan laut dunia dapat ditemukan di Indonesia.
Jenis terbanyak yang ditemukan adalah family diogenidae yang umumnya ditemukan di daerah litoral.
Untuk mengungkapkan kekayaan jenis kelomang di Indonesia perlu dilakukan koleksi lebih intensif di daerah subtidal dan laut dalam.
