KKP Siapkan Juknis Monitoring Hiu Paus

Ikan Hiu Paus. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) berkaitan dengan monitoring hiu paus. Secara umum, salah satu metode yang akan digunakan dalam monitoring hiu paus dengan photo-ID.

Kasubdit Perlindungan dan Pelestarian Jenis Ikan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman hayati Laut, Pingkan Roroe mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan hiu paus (Rhincodon typus) sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/KEPMEN-KP/2013.

Pingkan mengatakan, untuk dapat mengetahui informasi tentang status populasi dan distribusinya di Indonesia, maka perlu dilakukan kegiatan monitoring populasi. Untuk mendukung hal tersebut perlu disiapkan Juknis monitoring hiu paus.

Juknis disusun dengan tujuan agar dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak terkait untuk melakukan kegiatan monitoring hiu paus di berbagai lokasi tempat hiu paus biasa muncul atau melakukan agregasi, sehingga terdapat keseragaman metode dalam pelaksanaan monitoring.

“Harapannya Juknis ini dapat digunakan dimana saja termasuk di luar lokasi prioritas. Untuk lokasi prioritas selanjutnya akan disebutkan dalam level provinsi,” kata Pingkan, dalam Rapat Virtual Pembahasan Juknis Monitoring Hiu Paus, Selasa (14/4) pekan lalu.

Selain metode photo-ID yang paling mudah dilakukan, di perairan yang tinggi tingkat kekeruhan seperti di Probolinggo ditambahkan dengan penggunaan drone atau pesawat yang diterbangkan tanpa awak.*

Exit mobile version