Komitmen KLHK Kembalikan Satwa Asli ke Habitatnya

Balai KSDA Maluku translokasi 144 ekor satwa liar endemik Kepulauan Maluku hasil sitaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Balai KSDA DKI Jakarta, setelah tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Selasa (11/8). FOTO: KLHK

Darilaut – Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indra Eksploitasia, mengatakan, KLHK terus berkomitmen untuk melakukan penyelamatan satwa liar yang menjadi korban perburuan dan perdagangan ilegal.

KLHK telah mengembalikan ratusan burung-burung asli dan reptil asal Maluku, ke habitat asal. Jumlah burung yang dipulangkan sebanyak 75 ekor dan 69 reptil.

Menurut Indra, Kamis (13/8), satwa hasil sitaan kegiatan ilegal tersebut harus segera dikembalikan ke asalnya untuk dilepasliarkan. Hal ini dilakukan agar sifat liarnya tidak hilang dan keseimbangan ekosistem di habitatnya tetap terjaga.

Indra mengatakan, KLHK menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya dan ucapan terima kasih kepada Badan Karantina Pertanian, Otoritas Bandara, Bea Cukai, operator penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air dan para pihak yang telah mendukung upaya upaya pelestarian terhadap satwa liar kebanggan Indonesia.

Kepala Balai KSDA Maluku, Danny H. Pattipellohy, juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang sudah membantu terlaksannya translokasi satwa endemik Kepulauan Maluku tersebut.

Terkait dengan pelepasliaran di habitat aslinya, rencananya sebanyak 10 ekor burung Kakatua Maluku, 9 ekor Nuri Maluku, 4 ekor Perkici Pelangi dan 69 ekor reptil jika dimungkinkan waktu pelepasliarnya akan dilaksanakan di kawasan konservasi Taman Nasional Manusela.

Sisanya akan dilepasliarkan di kawasan konservasi Suaka Alam (SA) Gunung Sahuwai yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, satwa-satwa yang akan dilepasliarkan ke habitatnya di Maluku diharapkan mampu berkembangbiak dengan baik, sehingga populasinya di alam dapat terjaga dan lestari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Asep Sugiharta mengatakan, akan terus melakukan koordinasi dengan para pihak terkait dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran satwa liar di Provinsi Jawa Timur.

Terutama di pelabuhan dan bandara yang menjadi pintu masuk satwa liar yang tidak memiliki dokumen resmi secara lengkap. Sehingga kejahatan terhadap satwa liar dapat diminimalisir.

Kepala Balai KSDA DKI Jakarta, Karyadi mengatakan, Balai KSDA DKI Jakarta saat ini masih merawat berbagai jenis satwa liar di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur. Satwa liar tersebut merupakan hasil sitaan petugas dari kegiatan penegakan hukum maupun serahan dari masyarakat.

Balai KSDA DKI Jakarta berharap seluruh satwa yang saat ini dirawat di PPS Tegal Alur dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya sehingga perannya sebagai salah satu elemen di dalam ekosistem dapat berfungsi dengan baik.
Menurut Direktur Jenderal KSDAE-KLHK, Wiratno, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi in-situ.

Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan populasi di alam melalui pengembalian satwa sitaan hasil peredaran illegal tumbuhan dan satwa liar dilindungi.

Wiratno meminta semua pihak terutama Unit-unit Pelaksana Teknis KSDAE di daerah untuk terus melakukan pengawasan di pintu masuk dan keluar peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Diharapkan komitmen semua pihak juga dapat untuk bersama-sama dalam melakukan upaya pelestarian satwa liar dilindungi.*

Exit mobile version