Senin, Agustus 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

redaksi
6 Mei 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Suhu panas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut –  Kondisi gerah atau berasa panas badan yang dirasakan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini bukan gelombang panas atau heatwave.

Suhu panas ini, sesuatu yang umum terjadi pada periode peralihan musim hujan ke musim kemarau, sebagai kombinasi dampak pemanasan permukaan dan kelembaban yang masih relatif tinggi pada periode peralihan ini.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan suhu panas yang terjadi akibat dari pemanasan permukaan sebagai dampak dari mulai berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya curah hujan.

“Periode peralihan ini umumnya dicirikan dengan kondisi pagi hari yang cerah, siang hari yang terik dengan pertumbuhan awan yang pesat diiringi peningkatan suhu udara, kemudian terjadi hujan pada siang menjelang sore hari atau sore menjelang malam hari,” ujar Dwikorita dalam siaran pers yang dikeluarkan Senin (6/5).

Sedangkan pada malam hari, kondisi gerah serupa juga dapat terasa jika langit masih tertutup awan dengan suhu udara serta kelembaban udara yang relatif tinggi. Selanjutnya, udara berangsur-angsur dirasakan mendingin kembali jika hujan sudah mulai turun.

Berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu yang dilakukan BMKG, fenomena cuaca panas tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai gelombang panas, kata Dwikorita.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BMKGGelombang PanasMusim PancarobaSuhu Panas
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Inflasi Provinsi Gorontalo Sebesar 4,65 Persen Tertinggi di Indonesia

Next Post

Gelombang Panas Melanda Asia

Postingan Terkait

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

17 Agustus 2026
Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

17 Agustus 2026

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

NTT Earthquake: 45 Fatalities in Manggarai and East Manggarai Regencies

Gempa NTT, Korban Meninggal Dunia di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur 45 Orang

More Than 2,600 Buildings Damaged by Magnitude 7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara

Next Post
Gelombang Panas Masih Melanda Asia dan Asia Tenggara, Suhu Maksimum Capai 52°C

Gelombang Panas Melanda Asia

TERBARU

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

NTT Earthquake: 45 Fatalities in Manggarai and East Manggarai Regencies

AmsiNews

REKOMENDASI

Hari ini, 8 Hiu Paus Terlihat di Botubarani

Provinsi Hainan di Selatan Cina Bersiap Menghadapi Siklon Tropis Wutip

Kaltim Dorong Pendanaan Inovatif dari Karbon Biru untuk Konservasi Pesisir

Burung Air di Tanjung Puting

Hong Kong Mewaspadai Mpox, Tahun Ini Tercatat 12 Kasus

Solusi Limbah Masker

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.