Darilaut – Gelombang panas atau heatwave saat ini sedang melanda sejumlah negara di Asia. Suhu maksimum mencapai lebih 50 derajat Celcius.
Kondisi ini seperti yang terjadi di Thailand dengan suhu maksimum mencapai 52°C, sedangkan di Kamboja suhu udara mencapai level tertinggi dalam 170 tahun terakhir, yaitu 43°C pekan ini.
Di Vietnam suhu maksimum mencapai angka 44°C. Gelombang panas juga terjadi di Filipina.
Gelombang panas di berbagai negara di Asia tersebut, berbeda dengan kondisi di Indonesia.
“Khusus di Indonesia yang terjadi bukanlah gelombang panas, melainkan suhu panas seperti pada umumnya,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengutip siaran pers BMKG, Senin (6/5).
Berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu yang dilakukan BMKG, fenomena cuaca panas tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai gelombang panas, kata Dwikorita.
Kondisi maritim di sekitar Indonesia dengan laut yang hangat dan topografi pegunungan mengakibatkan naiknya gerakan udara. Sehingga dimungkinkan terjadinya penyanggaan atau buffer kenaikan temperatur secara ekstrem dengan terjadi banyak hujan yang mendinginkan permukaan secara periodik.
Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gelombang panas di wilayah Kepulauan Indonesia.




