Senin, September 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gelombang Panas Melanda Asia

redaksi
6 Mei 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
Gelombang Panas Masih Melanda Asia dan Asia Tenggara, Suhu Maksimum Capai 52°C

Suhu tahunan di Asia. GAMBAR: WMO

Darilaut – Gelombang panas atau heatwave saat ini sedang melanda sejumlah negara di Asia. Suhu maksimum mencapai lebih 50 derajat Celcius.

Kondisi ini seperti yang terjadi di Thailand dengan suhu maksimum mencapai 52°C, sedangkan di Kamboja suhu udara mencapai level tertinggi dalam 170 tahun terakhir, yaitu 43°C pekan ini.

Di Vietnam suhu maksimum mencapai angka 44°C. Gelombang panas juga terjadi di Filipina.

Gelombang panas di berbagai negara di Asia tersebut, berbeda dengan kondisi di Indonesia.

“Khusus di Indonesia yang terjadi bukanlah gelombang panas, melainkan suhu panas seperti pada umumnya,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengutip siaran pers BMKG, Senin (6/5).

Berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu yang dilakukan BMKG, fenomena cuaca panas tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai gelombang panas, kata Dwikorita.

Kondisi maritim di sekitar Indonesia dengan laut yang hangat dan topografi pegunungan mengakibatkan naiknya gerakan udara. Sehingga dimungkinkan terjadinya penyanggaan atau buffer kenaikan temperatur secara ekstrem dengan terjadi banyak hujan yang mendinginkan permukaan secara periodik.

Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gelombang panas di wilayah Kepulauan Indonesia.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGEl NinoGelombang PanasSuhu PanasThailand
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Next Post

Besok UNG Menggelar Seminar Nasional Tentang Pemilu

Postingan Terkait

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

21 September 2026
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

21 September 2026

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Next Post
Rektor UNG: Ciptakan Pemilu Damai dan Berintegritas

Besok UNG Menggelar Seminar Nasional Tentang Pemilu

TERBARU

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

AmsiNews

REKOMENDASI

Candidaspongia Sebagai Obat untuk Anti Kanker

Membangun Brand yang Ramah Lingkungan dengan Green Marketing Berbasis CRM

UNEP Memberikan Penghargaan Penegakan Hukum Lingkungan di Asia, Salah Satunya Indonesia

Covid-19, Masker Hanya Untuk Orang Sakit

Debat Pertama Capres, Koalisi Cek Fakta Periksa 41 Klaim

Integrasi Riset untuk Indonesia Inovatif

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.