Pesisir Selatan – Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penggunaan Konverter Kit (Konkit) Liquified Petroleum Gas (LPG) lebih murah dan ramah lingkungan.
“Kita menyarankan lebih banyak lagi menggunakan gas daripada Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Arcandra kepada nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Kamis (25/10).
Program konversi BBM ke LPG sebagai solusi penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan begitu, akan menyelamatkan lingkungan dengan menekan emisi gas buang. Program ini bisa menyelematkan bumi.
Dampak positif lainnya, dengan menggunakan konkit nelayan menghemat pengeluaran biaya bahan bakar. “Ini bisa menghemat uang nelayan sekitar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per hari,” kata Arcandra.
Kementerian ESDM terus menjalankan program pembagian paket konkit LPG 3 kilogram kepada nelayan kecil. Kali ini, 585 unit konkit dibagikan kepada nelayan di Pesisir Selatan.
Pembagian konkit LPG diserahkan Arcandra didampingi Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar dan Sekretaris Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Iwan Prasetya di Kampung Sungai Nipah, Desa Painan, Kecamatan IV Jurai.
“Ini murni program Pemerintah dalam rangka menyejahterakan para nelayan Indonesia,” ujar Arcandra.
Alokasi paket konkit untuk nelayan kecil di wilayah Sumatera Barat tahun 2018, tersebar di dua Kabupaten yaitu Padang Pariaman (314 unit) dan Pesisir Selatan (585 unit). Alokasi ini untuk kedua kali di Sumatera Barat setelah sebelumnya pada 2017 telah diserahkan paket konkit di Pasaman Barat sebanyak 898 unit, Kota Padang 525 unit, Agam 82 unit, dengan total 1.505 unit.
Mewakili masyarakat Pesisir Selatan, Rusma Yul mengucapkan terima kasih atas bantuan paket konkit dari Kementerian ESDM sekaligus mengharapkan kelancaran distribusi LPG kepada masyarakat setempat.
Pembagian konkit BBM ke LPG terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, baling-baling, 2 buah tabung LPG 3 kilogram, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer dan lain-lain).
Kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit sesuai Perpres Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil harus memenuhi persyaratan seperti kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP), menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, memiliki kartu nelayan hingga belum pernah menerima bantuan sejenis.
Kementerian ESDM telah membagikan paket konkit dalam dua tahun terkahir sebanyak 5.473 (2016) dan 17.081 (2017). Tahun ini, Pemerintah menargetkan hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25.000 unit konverter kit untuk 18 Provinsi di 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Sumber: ESDM
