Korban Tanah Longsor di Banjarnegara dan Cilacap 23 Orang Tewas dan 28 Hilang

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para warga yang masih dinyatakan hilang atas bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11). FOTO: BPBD Kabupaten Banjarnegara/BNPB

Darilaut – Kejadian tanah longsor menerjang Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara dan Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Hingga Rabu (1911) korban tanah longsor di dua kabupaten tersebut, 23 orang tewas dan 28 orang dalam pencarian.

Tim pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan satu jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pandanarum. Penemuan jenazah itu menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang, sedangkan 25 lainnya masih dalam pencarian.

Data posko penanganan darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Pandanarum, tercatat jumlah penyintas yang mengungsi ada sebanyak 934 jiwa atau 335 KK, terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan.

Para pengungsi saat ini tersebar di lima lokasi, yaitu Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, Gedung Muhammadiyah, serta rumah kerabat atau saudara.

Kemudian dari hasil kaji cepat atas dampak kerusakan, diperoleh data sebanyak 182 unit rumah terdampak, dengan rincian 128 rusak ringan dan 54 rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur desa meliputi jalan sepanjang ±800 meter, jaringan listrik, saluran irigasi 670 meter, bendung satu unit, dan infrastruktur irigasi perpipaan.

Sementara operasi  SAR di Desa Cibeunying, Cilacap, tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah dari timbunan material longsor.

Data terkini dari Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana Tanah Longsor di Desa Cibeunying, Majenang pada Rabu (19/11) tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 20 orang. Tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Sesuai standar prosedur Search Missing Coordinator (SMC) Basarnas, operasi SAR di Cilacap telah ditentukan selama tujuh hari, namun dalam realisasi penyelenggaraannya diperpanjang hingga 10 hari.

Adapun yang mendasari perpanjangan waktu operasi SAR di antaranya; permintaan pihak keluarga korban, jumlah korban yang masih hilang tinggal tiga orang lagi dan tentunya atas perintah Kepala BNPB sebagai pemegang komando penanganan darurat.

Dengan dasar tersebut, Basarnas memutuskan untuk menambah masa pencarian selama tiga hari ke depan.

Exit mobile version